Tinjau kesiapan jurnal, evaluasi setiap instrumen, dan susun prioritas perbaikan melalui satu ruang kerja yang terstruktur.
Mulai dari persiapan pengajuan, pemeriksaan 15 unsur awal dan 2 unsur kelayakan, hingga penilaian A–G, disinsentif, dan proyeksi peringkat.
Belum ada instrumen yang terjawab.
Instrumen tersusun dalam tahapan agar evaluasi lebih mudah dilakukan. Data tersimpan pada browser perangkat ini; unduh cadangan JSON jika ingin berpindah perangkat.
Aplikasi ini hanya digunakan sebagai alat bantu evaluasi diri bagi pengelola jurnal ilmiah. Hasil skor, analisis, proyeksi peringkat, dan rekomendasi yang dihasilkan aplikasi bukan merupakan hasil akreditasi resmi dan tidak menggantikan penilaian asesor maupun keputusan Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi.
Aplikasi disusun dengan mengacu pada Permendiktisaintek Nomor 9 Tahun 2026 tentang Akreditasi Jurnal Ilmiah serta Keputusan Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Nomor 374/DST/D.D1/HM.01.01/2026 tentang Petunjuk Teknis Akreditasi Jurnal Ilmiah, termasuk materi sosialisasi kebijakan dan petunjuk teknis akreditasi jurnal ilmiah tahun 2026.
Masukkan hanya nama jurnal. Informasi lainnya menjadi daftar kesiapan sebelum melanjutkan pengajuan pada ARJUNA Gen 2.
Tahap Pengajuan belum merupakan tahap pemberian skor. Tujuannya adalah memastikan seluruh identitas, kontak, kebijakan, kredensial, dan nomor terbitan sudah siap sebelum usulan dikirim. Beberapa identitas utama mengikuti data yang terhubung dengan GARUDA, sehingga pengelola perlu memastikan data sumber tersebut benar.
Siapkan URL jurnal, tahun pertama terbit elektronik, frekuensi terbit, e-ISSN beserta tanggal SK dan URL, serta p-ISSN jika tersedia. Perubahan nama jurnal, URL jurnal, ISSN, penerbit, dan identitas tertentu mengikuti data sumber yang terhubung dengan GARUDA.
Tentukan rumpun ilmu dan bidang fokus yang paling sesuai dengan aims & scope jurnal. Pilihan harus mencerminkan disiplin utama jurnal dan konsisten dengan artikel yang diterbitkan.
Siapkan nama PIC, instansi, jabatan di jurnal, nomor WhatsApp, email; serta nama Editor in Chief, institusi/PT, nomor WhatsApp, dan email aktif.
Siapkan nama dan jenis institusi penerbit, nama institusi/asosiasi/perguruan tinggi, website, alamat, kota, negara, nomor kontak, dan email penerbit.
Siapkan URL kontak, mitra bestari, Dimensions, dewan penyunting, APC Policy, etika publikasi, AI Policy, Review Policy, DOI jurnal, dan halaman pengindeks.
Periksa kesesuaian nama jurnal, ISSN, penerbit, URL, DOI, dan informasi lain antara laman jurnal, GARUDA, ISSN, dan ARJUNA sebelum melanjutkan.
Gunakan bagian ini sebagai checklist. Centang setiap item jika data atau URL sudah tersedia dan siap dimasukkan ke Borang ARJUNA.
Pemeriksaan Awal merupakan pemeriksaan kriteria minimum untuk memastikan prasyarat formal jurnal ilmiah terpenuhi. Tahap ini bukan penilaian angka. Jurnal harus lolos Pemeriksaan Awal terlebih dahulu sebelum masuk Pemeriksaan Kelayakan.
Jurnal wajib memiliki e-ISSN. Nama jurnal dan penerbit harus bersifat ilmiah dan identik dengan data pusat nasional layanan ISSN/Portal ISSN.
Telah terbit sekurang-kurangnya 3 tahun berturut-turut dihitung mundur dari pengajuan; frekuensi sesuai e-ISSN dan minimal 2 kali setahun; setiap terbitan sekurang-kurangnya 5 artikel.
Daftar Dewan Penyunting dan Mitra Bestari harus berkualifikasi sesuai bidang ilmu, memuat sekurang-kurangnya nama dan afiliasi, serta menunjukkan keberagaman nasional dan/atau internasional yang mencukupi.
Jurnal memiliki publication ethics yang mengacu COPE dan informasi Author Fees yang transparan, baik jurnal berbayar maupun tanpa biaya.
Jurnal menyediakan username dan password dengan peran Editor agar proses pengelolaan, editorial, review, dan penerbitan artikel dapat ditelusuri.
Setiap artikel memiliki DOI aktif dan teks penuh yang tersedia serta dapat diakses.
Laman aktif, dapat diakses, dan merepresentasikan jurnal yang diajukan.
Nama jurnal ilmiah identik dengan data ISSN/Portal ISSN.
Penerbit sesuai dengan data yang tercatat pada ISSN.
Jenis dan waktu pengajuan sesuai ketentuan periode usulan.
Sesuai data e-ISSN dan sedikitnya 2 kali setahun secara teratur.
Terbit sekurang-kurangnya 3 tahun berturut-turut; setiap terbitan sekurang-kurangnya 5 artikel.
Informasi peringkat dan masa berlaku dicantumkan dengan benar bila relevan.
Publication ethics tersedia dan mengacu standar COPE.
Biaya kepada penulis dijelaskan transparan; jika gratis dinyatakan eksplisit.
Setiap artikel memiliki DOI yang aktif.
Full text setiap artikel tersedia dan dapat diakses.
Nama dan afiliasi editor menunjukkan keberagaman yang mencukupi.
Nama dan afiliasi reviewer menunjukkan keberagaman yang mencukupi.
Username dan password yang diberikan valid.
Akun memiliki role Editor untuk menelusuri proses editorial dan review.
Pemeriksaan Kelayakan memastikan jurnal benar-benar layak sebagai jurnal ilmiah dan layak masuk proses penilaian akreditasi. Pemeriksaan ini dilakukan setelah jurnal lolos Pemeriksaan Awal dan berfokus pada dua hal: kecukupan peer review serta validitas dan integritas penerbit.
Bukan sekadar memiliki nama reviewer. Pemeriksaan memastikan setiap artikel yang diterbitkan benar-benar telah melalui penelaahan Mitra Bestari dan prosesnya dapat ditelusuri melalui akun Editor.
Asesor memeriksa rekam jejak penerbit serta kepatuhan terhadap etika publikasi, etika penerbitan, dan integritas akademik.
Setiap artikel yang diterbitkan telah melalui penelaahan Mitra Bestari dan jejak prosesnya dapat ditelusuri.
Rekam jejak penerbit, legalitas, etika penerbitan, dan integritas akademik memenuhi ketentuan.
Gunakan Level 2 untuk memilih unsur utama A–G. Jika suatu unsur memiliki rincian, Level 3 akan menampilkan sub-unsurnya: B1–B5, C1–C4, D1–D2, E1–E2, F1–F9, dan G1–G7.
Setelah lolos Pemeriksaan Awal dan Pemeriksaan Kelayakan, jurnal masuk ke penilaian. Tabel pertama menunjukkan pembagian bobot Tata Kelola dan Mutu Artikel. Tabel kedua menerjemahkan nilai total menjadi peringkat akreditasi.
| Kode | Unsur Penilaian | Tata Kelola | Mutu Artikel |
|---|---|---|---|
| A | Konsistensi Identitas Jurnal | 2 | – |
| B | Tata Kelola Jurnal Ilmiah dan Keberagaman Mitra Bestari/Editor/Penulis | 22 | – |
| C | Kelengkapan Laman Jurnal Ilmiah | 7 | – |
| D | Keberkalaan Penerbitan Jurnal Ilmiah | 3 | – |
| E | Penyebarluasan Jurnal Ilmiah | 12 | – |
| Jumlah Tata Kelola | 46 | ||
| F | Mutu Artikel (Substansi) | – | 34 |
| G | Gaya Penulisan dan Penyuntingan Artikel | – | 20 |
| Jumlah Mutu Artikel | 54 | ||
| Nilai Total Akreditasi | 100 | ||
A–E = Tata Kelola (maksimal 46). Bagian ini menilai identitas, proses pengelolaan, kelengkapan laman, keberkalaan, dan penyebarluasan jurnal. F–G = Mutu Artikel (maksimal 54). Bagian ini menilai substansi ilmiah artikel serta kualitas penulisan dan penyuntingannya.
| Peringkat | Nilai Total (n) |
|---|---|
| Terakreditasi Peringkat 1 | 90 ≤ n ≤ 100 |
| Terakreditasi Peringkat 2 | 80 ≤ n < 90 |
| Terakreditasi Peringkat 3 | 70 ≤ n < 80 |
| Terakreditasi Peringkat 4 | 60 ≤ n < 70 |
| Tidak Terakreditasi | n < 60 |
Unsur A menilai apakah identitas jurnal ilmiah jelas, spesifik, unik, sesuai bidang ilmu, dan konsisten pada ISSN, laman jurnal, metadata artikel, serta galley/PDF. Bobot maksimal: 2 poin.
Nama mencerminkan identitas ilmiah yang jelas, ringkas, dan memiliki kekhasan.
Nama sesuai dengan ruang lingkup keilmuan yang menjadi fokus penerbitan.
Identitas jurnal menunjukkan bidang keilmuan yang jelas.
Nama jurnal sesuai dengan identitas yang terdaftar pada ISSN.
Nama jurnal tidak sebaiknya menggunakan nama institusi atau lokasi sebagai identitas utamanya.
Istilah yang digunakan mudah dipahami dan tidak menyesatkan.
Nama ditampilkan konsisten pada laman, metadata artikel, dan galley/PDF.
Unsur B.1 menilai apakah jurnal memiliki Mitra Bestari yang aktif, relevan bidang keahliannya, memiliki rekam jejak publikasi, beragam asal institusi/negara, dan benar-benar melakukan penelaahan substantif. Peran editor dan reviewer harus terpisah dengan jelas. Bobot maksimal: 6 poin.
Editor dan Mitra Bestari harus memiliki peran yang terpisah jelas dan dijelaskan dengan jelas pada website jurnal.
Kepakaran reviewer relevan dengan bidang artikel; dibuktikan melalui CV/daftar publikasi dan tautan profil seperti Google Scholar, ORCID, Scopus ID, atau Sinta ID.
Tersedia bukti hasil review substantif dalam 3 tahun terakhir.
Kompetensi reviewer dinilai dari aktivitas publikasi ilmiah dalam 3 tahun terakhir.
Komposisi reviewer mempertimbangkan keragaman asal negara dan institusi.
Nama, identitas akademik, dan afiliasi reviewer dapat diverifikasi.
AI tidak boleh menggantikan penilaian substantif oleh reviewer.
Pilih satu kriteria yang paling sesuai dengan kondisi nyata jurnal. Jumlah reviewer per naskah dan bukti telaah substantif menjadi pembeda penting antarskor.
Dinilai dari aktivitas publikasi ilmiah 3 tahun terakhir.
Negara dan institusi merupakan unsur penting dalam penilaian.
Jumlah reviewer per naskah menjadi pembeda skor.
Bukti penelaahan substantif harus tersedia dan dapat ditelusuri.
Peran editor dan reviewer harus dipisahkan.
Pendekatan ≥8 institusi dapat menjadi dasar skor 4 ketika diversitas negara secara wajar terbatas.
Unsur B.2 tidak hanya memeriksa apakah proses peer review tersedia, tetapi terutama menilai mutu dan dampak hasil penelaahan terhadap substansi artikel. Komentar reviewer harus substantif, konstruktif, terdokumentasi, dan benar-benar membantu peningkatan mutu artikel. Penilaian dilihat secara konsisten pada artikel yang terbit dalam 3 tahun terakhir. Bobot maksimal: 4 poin.
Hasil penelaahan harus memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas artikel ilmiah.
Reviewer memberikan masukan yang mendalam, relevan, dan dapat digunakan untuk memperbaiki artikel.
Tersedia komentar reviewer, formulir penilaian, file hasil penelaahan, atau korespondensi yang menunjukkan proses review.
Penelaahan menilai substansi ilmiah, argumentasi, metode, data, analisis, dan kontribusi; bukan sekadar tata bahasa atau layout.
Anonimitas penulis dan reviewer dipertahankan sesuai mekanisme blind peer review yang dinyatakan jurnal.
Kualitas proses review diperiksa pada artikel yang diterbitkan selama 3 tahun terakhir, bukan hanya satu atau dua contoh terbaik.
Jika proses penelaahan tidak terdokumentasi dan tidak dapat diverifikasi, mutu review tidak dapat dinilai.
Dokumentasi sebaiknya tersimpan dalam sistem jurnal sebagai file review, formulir penilaian, komentar, atau rekaman korespondensi yang dapat diverifikasi.
Komentar substantif dan signifikan; saran perbaikan nyata; mutu isi artikel terjaga; konsisten selama 3 tahun terakhir.
Komentar kurang substantif; saran perbaikan terbatas; dampak perbaikan kurang signifikan; dinilai pada 3 tahun terakhir.
Komentar hanya menyangkut tata bahasa/layout atau tidak menyentuh substansi artikel.
| Nilai | Kategori | Kriteria Utama |
|---|---|---|
| 4 | Baik Sekali | Komentar substantif, perbaikan signifikan, dan konsisten. |
| 2 | Kurang Baik | Komentar terbatas dan dampak perbaikan kurang signifikan. |
| 0 | Tidak Baik | Komentar hanya menyangkut bahasa/tata letak dan tidak menyentuh substansi. |
Pilih nilai berdasarkan bukti review nyata dalam tiga tahun terakhir, bukan berdasarkan kebijakan review yang tertulis di laman jurnal saja.
Bukti diambil dari artikel yang diterbitkan dalam 3 tahun terakhir.
Yang dinilai adalah kualitas dan dampak penelaahan terhadap substansi artikel.
Komentar reviewer, formulir review, file hasil penelaahan, dan korespondensi dapat menjadi bukti.
Mekanisme blind review yang dinyatakan jurnal harus tetap terjaga.
Dokumen harus tersimpan dan dapat diverifikasi ketika proses akreditasi berlangsung.
Komentar reviewer harus benar-benar membantu peningkatan kualitas artikel, bukan sekadar koreksi teknis.
Unsur B.3 menilai kualitas nyata Tim Penyunting, bukan sekadar panjangnya daftar nama pada Editorial Board. Editor in Chief (EIC) dan editor harus aktif dalam pengelolaan jurnal, memiliki kepakaran yang sesuai dengan skop, mempunyai rekam jejak publikasi yang dapat diverifikasi, serta menunjukkan keberagaman institusi dan/atau negara. Bobot maksimal: 5 poin.
Editor in Chief dan anggota Tim Penyunting benar-benar terlibat dalam pengelolaan jurnal dan terdapat bukti aktivitasnya di dalam sistem jurnal.
Tim Penyunting menjalankan fungsi editorial, menangani naskah, mengambil keputusan editorial, serta dapat melakukan telaah sesuai kebutuhan dan mekanisme jurnal.
Komposisi Tim Penyunting proporsional dengan volume naskah dan bidang kepakaran anggotanya relevan dengan ruang lingkup jurnal.
Struktur editorial dibentuk berdasarkan fungsi dan kompetensi akademik, bukan semata-mata jabatan struktural atau ex-officio.
Komposisi editor menunjukkan keterwakilan institusi dan, pada kategori yang lebih tinggi, keterwakilan negara yang memadai.
EIC dan editor memiliki rekam jejak publikasi ilmiah yang relevan dan dapat diverifikasi melalui profil akademik atau basis data publikasi.
Jika editor tidak terbukti terlibat dalam proses editorial, asal negara atau institusinya tidak diperhitungkan sebagai keberagaman Tim Penyunting.
| Nilai | Rekam Jejak | Kriteria Keberagaman Utama |
|---|---|---|
| 5 | Internasional | Tim Penyunting berasal dari ≥5 negara. |
| 3 | Internasional | ≥2 negara atau ≥6 institusi*. |
| 2 | Nasional | >4 institusi. |
| 1 | Nasional | ≥2 institusi. |
Pilih kategori yang paling sesuai dengan kondisi aktual Tim Penyunting dan bukti yang dapat ditunjukkan pada saat akreditasi.
Riwayat assignment editor, keputusan editorial, komunikasi editorial, atau aktivitas lain yang menunjukkan EIC/editor benar-benar bekerja dalam proses penerbitan.
Tautan institusi, Google Scholar, ORCID, Scopus ID, SINTA, CV, atau daftar publikasi yang menunjukkan kepakaran dan rekam jejak.
Pastikan nama institusi dan negara setiap editor mutakhir, konsisten, dan dapat diverifikasi.
Komposisi kepakaran editor perlu mencakup bidang-bidang utama dalam aims & scope jurnal.
Jelaskan fungsi EIC, editor/managing editor bila ada, dan hindari pembentukan dewan hanya berdasarkan jabatan struktural.
Periksa kembali apakah semua nama yang tampil di website masih aktif, mengetahui pencantumannya, dan benar-benar terlibat.
Unsur B.4 menilai keberagaman asal penulis berdasarkan negara dan/atau institusi pada artikel yang benar-benar diterbitkan jurnal. Penilaian dilakukan per nomor terbitan dan memperhatikan pola publikasi selama 3 tahun terakhir. Karena itu, keberagaman tidak cukup terlihat pada satu edisi tertentu saja, tetapi harus tercermin secara konsisten dalam periode penilaian. Bobot maksimal: 6 poin.
Keberagaman dilihat dari asal negara dan/atau institusi para penulis yang tercantum pada artikel jurnal.
Asesor memperhatikan komposisi penulis pada setiap issue/nomor terbitan, bukan hanya jumlah kumulatif seluruh penulis.
Pola keberagaman diperiksa pada nomor-nomor terbitan selama 3 tahun terakhir.
Nama institusi dan negara penulis perlu ditampilkan dengan jelas dan konsisten pada metadata artikel, laman artikel, dan/atau galley PDF.
Nama yang dicantumkan sebagai penulis harus benar-benar berkontribusi terhadap artikel dan memenuhi kriteria authorship jurnal.
Jika asal penulis hanya berasal dari satu institusi dalam pola penilaian yang diperiksa, jurnal berada pada kategori nilai terendah.
| Nilai | Kriteria Keberagaman Asal Penulis | Periode |
|---|---|---|
| 6 | Penulis berasal dari ≥5 negara. | 3 tahun terakhir |
| 4 | Penulis berasal dari ≥2 negara atau ≥8 institusi*. | 3 tahun terakhir |
| 2 | Penulis berasal dari ≥4 institusi. | 3 tahun terakhir |
| 1 | Penulis berasal dari ≥2 institusi. | 3 tahun terakhir |
| 0 | Penulis hanya berasal dari 1 institusi. | 3 tahun terakhir |
Pilih nilai berdasarkan kondisi nyata keberagaman penulis pada nomor-nomor terbitan selama tiga tahun terakhir. Jangan memilih jalur ≥8 institusi kecuali jurnal memang memiliki fokus sangat spesifik/lokal sebagaimana catatan khusus di atas.
Buat rekap diversitas untuk setiap nomor terbitan selama 3 tahun terakhir yang memuat jumlah dan asal negara, afiliasi/institusi, serta provinsi penulis di Indonesia. Rekap tersebut kemudian dicantumkan pada Issue Data → Description di OJS agar informasi keberagaman setiap nomor terbitan mudah ditelusuri dan diverifikasi.
Pastikan institusi penulis benar-benar ada, penulis terkait dengan institusi tersebut, dan penulisan afiliasinya konsisten.
Periksa metadata OJS/laman artikel agar nama penulis, institusi, dan negara tercatat lengkap dan sesuai dengan PDF.
Sediakan kriteria authorship dan prosedur perubahan penulis sebelum maupun sesudah acceptance.
Jangan hanya menyiapkan satu issue terbaik. Data harus mencerminkan keseluruhan periode tiga tahun yang dinilai.
Jika menggunakan kriteria ≥8 institusi, siapkan alasan yang menunjukkan bahwa jurnal memang memiliki fokus sangat spesifik/lokal sehingga diversitas negara secara wajar terbatas.
Unsur B.5 menilai apakah proses pengelolaan artikel dilakukan melalui sistem manajemen jurnal daring yang memungkinkan alur naskah ditelusuri secara utuh. Proses ideal mencakup submission, editorial screening, peer review, revision, editing, hingga publication di dalam sistem. Selain alur kerja, metadata artikel juga harus terstruktur dan dapat dibaca oleh mesin pengindeks. Bobot maksimal: 1 poin.
Naskah dikelola melalui sistem manajemen jurnal daring seperti OJS atau platform sejenis yang menyediakan rekam proses editorial.
Metadata artikel terisi dengan benar dan terstruktur sehingga dapat dibaca mesin pengindeks, termasuk judul, penulis, afiliasi, abstrak, kata kunci, referensi, DOI, dan metadata relevan lainnya.
Proses submission, pemeriksaan awal, review, revisi, penyuntingan, produksi, dan penerbitan dapat ditelusuri melalui sistem.
Jika sebagian proses penting dilakukan di luar sistem melalui email, rekam jejak editorial menjadi tidak utuh dan nilai pengelolaan menurun.
Proses yang mengandalkan email, dokumen manual, atau komunikasi di luar platform tanpa rekaman yang memadai tidak menunjukkan tata kelola daring yang utuh.
Riwayat aktivitas di sistem perlu menunjukkan proses editorial yang logis. Aktivitas yang tidak wajar, dibuat sekaligus, atau tidak konsisten dengan proses penerbitan dapat memengaruhi penilaian.
Naskah masuk melalui sistem dan memiliki tanggal submission serta metadata yang dapat ditelusuri.
Terdapat editor yang ditugaskan menangani naskah dan aktivitas editorialnya tercatat.
Undangan reviewer, penerimaan tugas, file review/formulir, rekomendasi, dan keputusan dapat ditelusuri di sistem.
Versi revisi penulis dan respons terhadap reviewer/editor tersimpan sebagai bagian dari riwayat naskah.
Copyediting, proofreading, galley, dan proses produksi dilakukan atau sekurang-kurangnya terdokumentasi secara jelas.
Artikel diterbitkan dengan metadata lengkap, DOI aktif, galley/full text, serta data yang dapat dipanen atau dibaca pengindeks.
Pengelolaan artikel berlangsung melalui sistem daring dengan rekam proses yang dapat ditelusuri dari submission sampai penerbitan.
Sistem daring digunakan, tetapi sebagian proses editorial penting masih dilakukan melalui email atau di luar sistem.
Proses editorial pada dasarnya dilakukan melalui email/manual dan tidak tersedia rekam alur yang memadai dalam sistem jurnal.
| Nilai | Kategori | Kriteria Utama |
|---|---|---|
| 1 | Baik | Pengelolaan artikel menggunakan sistem manajemen jurnal daring secara utuh. |
| 0,5 | Sebagian | Kombinasi sistem daring dan email/proses di luar sistem. |
| 0 | Tidak Memadai | Pengelolaan artikel dilakukan melalui email/manual saja. |
Pilih berdasarkan praktik aktual pengelolaan naskah. Jangan memilih nilai 1 hanya karena jurnal menggunakan OJS; seluruh proses penting harus benar-benar dijalankan dan dapat ditelusuri di dalam sistem.
Unsur C.1 menilai kejelasan dan kelengkapan kebijakan proses peer review yang dipublikasikan pada laman jurnal. Kebijakan harus memungkinkan penulis, reviewer, pembaca, dan asesor memahami bagaimana naskah diperiksa sejak masuk hingga keputusan editorial. Bobot maksimal: 2 poin.
Jurnal memiliki halaman khusus atau bagian yang mudah ditemukan untuk menjelaskan kebijakan dan prosedur peer review.
Nyatakan secara eksplisit model yang digunakan, misalnya double-blind, single-blind, atau model penelaahan lain yang benar-benar diterapkan.
Jelaskan alur sejak pemeriksaan awal editor, penugasan reviewer, proses review, revisi, review ulang bila diperlukan, hingga keputusan editorial.
Terangkan dasar pemilihan reviewer, kesesuaian kepakaran, independensi, konflik kepentingan, serta persyaratan lain yang digunakan jurnal.
Jelaskan jumlah reviewer yang digunakan untuk setiap naskah serta estimasi atau batas waktu proses penelaahan.
Kebijakan sebaiknya menjelaskan aspek yang dinilai reviewer, seperti kebaruan, kontribusi ilmiah, metode, analisis, pembahasan, referensi, dan kesesuaian ruang lingkup.
Jelaskan posisi pemeriksaan similaritas dalam alur editorial serta siapa yang mengambil keputusan akhir berdasarkan hasil review dan pertimbangan editorial.
Jelaskan perlindungan naskah, kerahasiaan proses review, serta mekanisme ketika editor atau reviewer memiliki konflik kepentingan.
Seluruh proses peer review dijelaskan dengan jelas: model review, tahapan, reviewer, kriteria, waktu, revisi, dan keputusan editorial.
Kebijakan tersedia, tetapi hanya sebagian unsur proses peer review yang diterangkan atau penjelasannya belum memadai.
Kebijakan tidak tersedia atau prinsip dasar proses peer review tidak dijelaskan.
| Nilai | Kategori | Kriteria |
|---|---|---|
| 2 | Lengkap | Semua proses peer review dijelaskan secara jelas dan dapat diakses publik. |
| 1 | Sebagian | Hanya sebagian proses peer review dijelaskan. |
| 0 | Tidak Memenuhi | Kebijakan tidak tersedia atau prinsip dasar peer review tidak dijelaskan. |
Pilih nilai berdasarkan isi kebijakan yang saat ini benar-benar tersedia pada laman jurnal, bukan berdasarkan prosedur yang hanya diketahui oleh pengelola.
Sediakan satu URL publik yang memuat kebijakan proses penelaahan secara utuh dan mudah ditemukan dari menu jurnal.
Bandingkan kebijakan dengan workflow aktual: jumlah reviewer, waktu review, keputusan, dan mekanisme revisi harus sesuai dengan bukti di sistem.
Nyatakan bahwa reviewer memberikan rekomendasi, sedangkan keputusan akhir penerimaan/penolakan berada pada editor sesuai kebijakan jurnal.
Hapus klaim yang menjanjikan acceptance, fast-track accepted, atau penerbitan LOA sebelum keputusan acceptance benar-benar dibuat.
Unsur C.2 menilai apakah jurnal menyediakan petunjuk penulisan yang jelas, rinci, substantif, dan sistematis bagi penulis. Author Guidelines harus menjelaskan bagaimana naskah disusun sesuai karakter ilmiah dan gaya selingkung jurnal, bukan hanya menerangkan cara melakukan submission melalui OJS. Bobot maksimal: 1 poin.
Petunjuk tersedia secara publik, mudah ditemukan, dan menjelaskan persyaratan penulisan secara cukup rinci.
Tidak cukup hanya menyebut “Pendahuluan, Metode, Hasil, Pembahasan”. Guideline sebaiknya menjelaskan apa yang harus ditulis pada masing-masing bagian.
Petunjuk membantu penulis menghasilkan artikel ilmiah sesuai karakter jurnal, bukan sekadar daftar teknis ukuran huruf, margin, atau jumlah halaman.
Jelaskan struktur naskah yang digunakan jurnal, termasuk judul, abstrak, kata kunci, pendahuluan, metode, hasil/pembahasan, kesimpulan, dan bagian lain yang diwajibkan.
Gaya sitasi dan daftar pustaka harus disebutkan secara jelas dan konsisten, termasuk contoh bila diperlukan.
Template yang sesuai dengan guideline membantu penulis memahami implementasi struktur, format, sitasi, tabel, gambar, dan bagian artikel lainnya.
Jelaskan jenis artikel yang diterima serta karakter naskah yang sesuai dengan fokus dan scope jurnal.
Berikan ketentuan dan fungsi masing-masing bagian, termasuk bahasa, panjang, dan unsur penting yang perlu dimuat.
Jelaskan kebutuhan latar belakang, state of the art/literatur relevan, gap penelitian, kebaruan atau kontribusi, dan tujuan penelitian.
Jelaskan informasi minimum yang harus disampaikan agar desain, data, prosedur, instrumen, analisis, dan aspek etik penelitian dapat dipahami.
Jelaskan ekspektasi penyajian temuan, analisis, interpretasi, dialog dengan penelitian terdahulu, dan kontribusi ilmiah.
Terangkan bahwa kesimpulan harus menjawab tujuan/pertanyaan penelitian dan menegaskan kontribusi, implikasi, atau keterbatasan bila relevan.
Nyatakan referencing style, konsistensi bibliografi, penggunaan sumber primer/relevan, serta aplikasi manajemen referensi bila diwajibkan.
Bila berlaku, jelaskan tabel/gambar, acknowledgments, funding, conflict of interest, author contributions, data availability, dan deklarasi penggunaan AI.
Guideline substantif dan sistematis tersedia di laman jurnal serta dilengkapi contoh/template artikel yang sesuai.
Guideline sudah rinci, lengkap, dan jelas di laman jurnal, tetapi belum dilengkapi contoh atau template artikel.
Guideline tidak memadai; atau hanya template yang tersedia tanpa petunjuk penulisan yang jelas.
| Nilai | Kategori | Kriteria Utama |
|---|---|---|
| 1 | Lengkap + Template | Rinci, lengkap, jelas, substantif, sistematis, tersedia di laman jurnal, dan ada contoh/template artikel. |
| 0,5 | Lengkap | Rinci, lengkap, dan jelas di laman jurnal, tetapi tanpa contoh/template artikel. |
| 0 | Tidak Memadai | Kurang lengkap/kurang jelas, atau template tersedia tetapi Author Guidelines tidak tersedia/memadai. |
Pilih berdasarkan kondisi Author Guidelines yang saat ini dapat diakses publik. Keberadaan template saja tidak otomatis memenuhi unsur ini.
Bangun halaman yang menjelaskan tidak hanya format tetapi juga ekspektasi substansi setiap bagian artikel.
Sediakan template yang dapat digunakan penulis dan pastikan seluruh komponennya identik dengan aturan pada guideline.
Untuk bagian yang sering keliru, berikan contoh singkat seperti format sitasi, tabel, gambar, heading, atau deklarasi.
Bandingkan Author Guidelines, template, submission checklist, dan artikel terbaru agar tidak terdapat aturan yang saling bertentangan.
Unsur C.3 menilai apakah jurnal mempunyai kebijakan penggunaan kecerdasan artifisial yang jelas, tersedia di laman jurnal, dan mengatur penggunaan AI oleh pihak-pihak yang terlibat dalam publikasi ilmiah. Kebijakan tidak cukup hanya menyatakan bahwa AI “boleh” atau “dilarang”; jurnal perlu menjelaskan batas penggunaan, kewajiban pengungkapan, kerahasiaan naskah, dan tanggung jawab manusia. Bobot maksimal: 1 poin.
Harus ada halaman atau bagian kebijakan yang dapat diakses publik dan secara eksplisit menjelaskan penggunaan AI dalam proses publikasi.
Jika AI digunakan dalam proses penulisan atau penyempurnaan naskah sesuai kebijakan jurnal, penggunaannya perlu dinyatakan secara transparan, termasuk alat dan tujuan penggunaannya.
Kebijakan perlu mengatur penggunaan AI oleh editor serta memastikan bahwa keputusan editorial dan tanggung jawab evaluasi tetap berada pada manusia.
Reviewer tidak boleh menyerahkan fungsi penelaahan substantif kepada AI. Penilaian ilmiah, rekomendasi, dan tanggung jawab review harus dilakukan oleh reviewer manusia.
Naskah yang belum dipublikasikan tidak boleh diunggah ke aplikasi AI yang tidak menjamin kerahasiaan, keamanan data, dan perlindungan materi yang sedang ditelaah.
Penulis bertanggung jawab atas isi naskah; editor bertanggung jawab atas proses dan keputusan editorial; reviewer bertanggung jawab atas kualitas penelaahannya.
Kebijakan khusus penggunaan AI dipublikasikan secara jelas pada laman jurnal dan mudah ditemukan.
Menjelaskan penggunaan AI yang diperbolehkan/tidak diperbolehkan, kewajiban disclosure, dan bahwa AI tidak dapat dicantumkan sebagai author.
Menjelaskan batas penggunaan AI oleh editor, perlindungan kerahasiaan naskah, dan bahwa keputusan editorial tetap dibuat oleh manusia.
Reviewer tidak menggunakan AI untuk menggantikan penelaahan substantif dan tidak mengunggah manuskrip rahasia ke layanan AI yang tidak terjamin kerahasiaannya.
AI tidak memenuhi syarat authorship karena tidak dapat mengambil tanggung jawab, memberikan persetujuan akhir, atau mempertanggungjawabkan integritas karya.
Kebijakan dapat meminta penulis menyebutkan nama alat AI dan tujuan penggunaannya, misalnya untuk perbaikan bahasa, penyuntingan, atau fungsi lain yang diperbolehkan jurnal.
AI tidak boleh digunakan untuk menciptakan data penelitian, hasil eksperimen, kutipan, referensi, atau bukti ilmiah yang kemudian disajikan sebagai data autentik.
Setiap keluaran AI yang digunakan harus diperiksa oleh manusia untuk memastikan akurasi, referensi, orisinalitas, bias, dan kesesuaiannya dengan etika penelitian.
Editor dan reviewer menangani manuskrip yang bersifat rahasia. Materi tersebut tidak boleh dimasukkan ke sistem AI dengan cara yang melanggar kerahasiaan atau hak penulis.
AI dapat menjadi alat bantu bila kebijakan mengizinkan, tetapi tidak boleh menjadi pengambil keputusan menerima, merevisi, atau menolak manuskrip.
Kebijakan AI tersedia; mengatur disclosure oleh penulis; penggunaan oleh tim editor; dan larangan/pembatasan penggunaan AI oleh Mitra Bestari.
Kebijakan tersedia, tetapi baru mengatur sebagian pihak atau sebagian aspek penggunaan AI.
Tidak ada AI Policy, atau hanya ada pernyataan umum tanpa ketentuan penggunaan AI yang jelas.
| Nilai | Kategori | Kriteria Utama |
|---|---|---|
| 1 | Lengkap | AI Policy tersedia dan secara jelas mengatur Penulis, Tim Editor, serta Mitra Bestari, termasuk transparansi dan kerahasiaan. |
| 0,5 | Belum Lengkap | Kebijakan AI tersedia tetapi hanya mengatur sebagian aspek atau pihak. |
| 0 | Tidak Memadai | Kebijakan tidak tersedia atau hanya berupa pernyataan umum tanpa aturan AI yang jelas. |
Pilih kondisi yang paling sesuai dengan AI Policy yang saat ini tampil dan dapat diakses publik pada laman jurnal.
Sediakan URL publik yang secara khusus menjelaskan kebijakan AI dan tautkan dari menu kebijakan jurnal.
Sediakan contoh pernyataan yang dapat digunakan penulis untuk menyebut alat AI, versi bila relevan, dan tujuan penggunaannya.
Pastikan tim editorial memahami batas penggunaan AI, khususnya terkait kerahasiaan manuskrip dan keputusan editorial.
Masukkan larangan/pembatasan AI dan kewajiban menjaga kerahasiaan ke dalam Reviewer Guidelines atau Peer Review Policy.
Unsur C.4 menilai seberapa lengkap laman jurnal memenuhi prinsip transparansi dan praktik terbaik publikasi ilmiah. Penilaian dilakukan berdasarkan persentase pemenuhan 16 komponen informasi jurnal. Bobot maksimal: 3 poin.
e-ISSN dan/atau p-ISSN ditampilkan dengan jelas dan konsisten dengan identitas resmi jurnal.
Tujuan, ruang lingkup, bidang ilmu, dan fokus publikasi jurnal dijelaskan secara spesifik.
Jenis naskah yang diterima jurnal dinyatakan jelas, misalnya research article, review article, atau jenis lain yang relevan.
Frekuensi dan bulan/jadwal terbit dicantumkan secara eksplisit dan sesuai dengan praktik penerbitan.
Model akses jurnal dijelaskan, termasuk kebijakan open access atau ketentuan akses lainnya.
Alamat institusi/penerbit serta kanal kontak jurnal yang valid tersedia dan mudah ditemukan.
Kebijakan copyright menjelaskan kepemilikan hak cipta dan hak penulis/penerbit secara transparan.
Jenis lisensi publikasi dinyatakan secara jelas dan konsisten pada laman maupun artikel.
Identitas pemilik, penerbit, dan/atau institusi pengelola jurnal dijelaskan secara transparan.
Kriteria authorship dan tanggung jawab penulis dijelaskan, termasuk pencegahan guest, gift, atau ghost authorship.
Tersedia kebijakan penanganan research misconduct, fabrikasi, falsifikasi, atau pelanggaran integritas penelitian lainnya.
Jurnal menjelaskan mekanisme kritik, komentar, koreksi, atau diskusi ilmiah setelah artikel diterbitkan.
Kebijakan correction, retraction, withdrawal, atau mekanisme perbaikan rekam ilmiah tersedia.
Jurnal menjelaskan sistem preservasi/arsip digital untuk menjamin keberlanjutan akses terhadap konten.
Kebijakan conflict of interest bagi penulis, editor, dan/atau reviewer tersedia secara jelas.
Kebijakan plagiarism/similarity screening tersedia dan menjelaskan proses penanganannya secara transparan.
Centang hanya jika informasinya benar-benar tersedia dan memadai pada laman jurnal.
Seluruh 16 komponen terpenuhi.
Sedikitnya 12 dari 16 komponen terpenuhi, tetapi belum seluruhnya.
Sedikitnya 8 tetapi kurang dari 12 komponen terpenuhi.
Kurang dari 8 dari 16 komponen terpenuhi.
| Jumlah terpenuhi | Persentase | Nilai C.4 |
|---|---|---|
| 16 dari 16 | 100% | 3 |
| 12–15 dari 16 | ≥75% dan <100% | 2 |
| 8–11 dari 16 | ≥50% dan <75% | 1 |
| 0–7 dari 16 | <50% | 0 |
Komponen dinilai dari keberadaan informasi yang nyata dan dapat dipahami. Menu kosong, tautan mati, atau halaman yang tidak menjelaskan kebijakan secara memadai berisiko tidak dianggap memenuhi.
Informasi pada laman harus sesuai dengan praktik jurnal, metadata, artikel yang diterbitkan, dan proses editorial.
Jika jurnal menyediakan lebih dari satu bahasa, kelola tampilan bahasa secara jelas; hindari pencampuran dua bahasa dalam satu tampilan kebijakan yang membuat informasi tidak konsisten.
Desain sampul dan tampilan jurnal sebaiknya memiliki identitas yang khas dan tidak menimbulkan kebingungan dengan jurnal lain.
Nilai di bawah dihitung otomatis dari checklist 16 komponen. Dengan demikian evaluasi diri lebih objektif dan tidak perlu memilih skor secara manual.
Gunakan 16 checklist di atas sebagai audit internal. Jangan hanya memeriksa menu utama; buka dan baca isi setiap halaman.
Informasi boleh berada pada halaman berbeda, tetapi harus mudah ditemukan dan tidak saling bertentangan.
Pastikan URL yang dimasukkan pada borang mengarah langsung ke halaman kebijakan yang benar, bukan sekadar homepage.
Periksa kembali seluruh halaman menggunakan browser tanpa login agar kondisi yang dilihat asesor sama dengan yang dilihat pengelola.
Menilai ketepatan penerbitan jurnal terhadap frekuensi dan jadwal terbit yang telah ditetapkan berdasarkan rekam penerbitan selama 3 tahun terakhir. Bobot maksimal: 2 poin.
Frekuensi dan bulan/periode penerbitan dicantumkan pada laman jurnal.
Nomor terbitan dalam 3 tahun terakhir konsisten dengan jadwal yang ditetapkan.
Naskah diproses kontinu dan tidak menunggu mendekati tanggal penerbitan.
Artikel tidak disisipkan kemudian ke nomor yang sudah resmi diterbitkan.
| Bentuk | Ketentuan |
|---|---|
| Issue in Progress / Online First | Versi akhir PDF; dapat digunakan sebagai pra-publikasi. |
| Article in Press / Accepted Manuscript | Full text wajib tersedia; belum merupakan versi akhir penerbitan. |
| Abstract Only | Tidak diterima sebagai pra-publikasi. |
Masukkan jumlah nomor yang seharusnya terbit dan jumlah yang benar-benar terbit sesuai periode.
| Nilai | Kriteria |
|---|---|
| 2 | Article in Press dan/atau Issue in Progress; seluruh terbitan sesuai periode. |
| 1,5 | >75% terbitan sesuai periode. |
| 1 | >25%–75% terbitan sesuai periode. |
| 0,5 | ≤25% terbitan sesuai periode. |
| 0 | Abstract only dan/atau back issue. |
Misalnya June and December, bukan hanya “twice a year”.
Metadata issue dan artikel harus mencerminkan waktu penerbitan yang sebenarnya.
Submission, review, editing, dan production berjalan sepanjang tahun.
Setelah issue resmi terbit, jangan menambah artikel baru untuk memperbaiki kuota atau keberkalaan.
Unsur D.2 menilai apakah jurnal memiliki sistem penomoran yang baku dan konsisten untuk volume, nomor terbitan, serta halaman atau identitas unik artikel. Pemeriksaan dilakukan pada terbitan selama 3 tahun terakhir. Bobot maksimal: 1 poin.
Gunakan format seperti Vol. 10 No. 2, bukan angka Romawi seperti Vol. X No. II.
Pola volume, nomor terbitan, halaman, atau identitas artikel digunakan secara konsisten selama 3 tahun terakhir.
Jika jurnal menggunakan pagination, sistem halaman harus jelas dan diterapkan secara konsisten pada artikel.
Jurnal dapat menggunakan article number, eLocator, atau identitas unik artikel sebagai pengganti nomor halaman.
| Model | Praktik yang Baik |
|---|---|
| Pagination | Nomor halaman digunakan secara sistematis. Pada volume baru, sistem halaman dimulai kembali dari halaman 1 dan selanjutnya mengikuti pola jurnal secara konsisten. |
| Article Number / eLocator | Setiap artikel memiliki identitas unik yang stabil dan dapat digunakan sebagai pengganti rentang halaman. |
| Sistem campuran | Dapat digunakan jika memiliki alasan dan pola yang jelas, tetapi perubahan yang tidak konsisten antarartikel atau antarissue dapat menurunkan penilaian. |
Pilih satu kondisi yang paling sesuai dengan praktik penomoran jurnal selama 3 tahun terakhir.
| Nilai | Kriteria |
|---|---|
| 1 | Bersistem baik dan konsisten selama 3 tahun terakhir. |
| 0,5 | Cukup baik dan/atau cukup konsisten selama 3 tahun terakhir. |
| 0 | Kurang baik dan/atau kurang konsisten selama 3 tahun terakhir. |
Format seperti Vol. 12 No. 1 (2026) lebih mudah dibaca dan diolah oleh sistem pengindeks.
Jika jurnal beralih dari pagination ke eLocator, tetapkan titik transisi yang jelas dan terapkan sistem baru secara konsisten.
Identitas volume, issue, tahun, halaman/eLocator pada PDF sebaiknya sesuai dengan metadata artikel di OJS.
Nomor artikel yang unik dan stabil dapat menggantikan nomor halaman; tidak perlu memaksakan pagination jika jurnal menggunakan article number.
Unsur E.1 menilai dampak ilmiah jurnal melalui jumlah sitasi yang dapat diverifikasi. Data dapat bersumber dari pengindeks internasional dan/atau basis data DOI, dengan periode penilaian 3 tahun terakhir. Bobot maksimal: 6 poin.
Semakin banyak artikel jurnal digunakan dan dirujuk oleh karya ilmiah lain, semakin terlihat dampak akademiknya.
Gunakan data dari pengindeks internasional dan/atau basis data DOI yang dapat diperiksa.
Jumlah sitasi yang dimasukkan harus mengikuti periode penilaian yang ditetapkan, bukan keseluruhan sitasi sepanjang umur jurnal.
Lonjakan, pola sitasi berulang, atau konsentrasi sitasi yang tidak wajar dapat menjadi perhatian dalam penilaian.
Masukkan data pada salah satu atau kedua sumber. Sistem menggunakan nilai tertinggi yang memenuhi kriteria berdasarkan jalur pengindeks internasional dan/atau basis data DOI.
Isi 0 jika tidak ada sitasi yang dapat diverifikasi dari jalur ini.
Isi 0 jika tidak ada sitasi yang dapat diverifikasi dari jalur ini.
| Nilai | Pengindeks Internasional | Basis Data DOI |
|---|---|---|
| 6 | >25 sitasi | >75 sitasi |
| 4 | 20–25 sitasi | 31–75 sitasi |
| 3 | 10–19 sitasi | 11–30 sitasi |
| 2 | 5–9 sitasi | 5–10 sitasi |
| 1 | <5 sitasi | <5 sitasi |
| 0 | Jumlah sitasi 3 tahun terakhir tidak dapat diverifikasi secara memadai. | |
Jangan mencampurkan total sitasi sepanjang masa dengan sitasi yang khusus masuk dalam 3 tahun terakhir.
Catat sumber dan waktu pengambilan data agar angka yang diajukan dapat ditelusuri kembali.
Periksa konsentrasi sitasi dari jurnal sendiri, kelompok penulis tertentu, atau pola timbal balik yang tidak wajar.
Editor tidak seharusnya meminta penulis menambahkan sitasi yang tidak relevan hanya untuk meningkatkan metrik jurnal.
Unsur E.2 menilai visibilitas jurnal melalui pencantuman jurnal dan keterindeksan metadata artikel pada lembaga pengindeks. Penilaian dibedakan menurut tingkat seleksi pengindeks dan apakah metadata artikel benar-benar telah terindeks. Bobot maksimal: 6 poin.
Jurnal harus benar-benar tercantum atau terdaftar pada layanan pengindeks yang diklaim.
Metadata artikel harus dapat ditemukan pada basis data pengindeks, bukan hanya nama jurnalnya.
Pengindeks bereputasi internasional dengan proses seleksi ketat memperoleh bobot lebih tinggi dibanding pengindeks yang tidak menerapkan seleksi.
Judul, penulis, DOI, volume, nomor, tahun, dan metadata penting lainnya perlu dikirim dan tampil secara konsisten.
| Nilai | Kondisi |
|---|---|
| 6 | Tercantum + metadata terindeks di pengindeks bereputasi internasional. |
| 4 | Tercantum, tetapi metadata belum terindeks di pengindeks bereputasi internasional. |
| 3 | Tercantum + metadata terindeks di pengindeks internasional/nasional bersistem seleksi. |
| 2 | Tercantum, tetapi metadata belum terindeks di pengindeks internasional/nasional bersistem seleksi. |
| 1 | Tercantum + metadata terindeks di pengindeks internasional/nasional tidak bersistem seleksi. |
| 0 | Tidak dapat menunjukkan pencantuman jurnal atau keterindeksan yang dapat diverifikasi. |
Pilih satu kondisi yang paling sesuai dengan status indeksasi jurnal dan keterindeksan metadata artikelnya.
Logo pengindeks pada sidebar OJS bukan bukti bahwa jurnal atau metadata artikel benar-benar terindeks.
Ambil beberapa artikel dari terbitan terbaru dan pastikan judul/DOI/metadata dapat ditemukan pada pengindeks.
Jika jurnal tercantum tetapi artikel terbaru tidak muncul, periksa feed, OAI, DOI, XML/JATS, atau mekanisme deposit yang digunakan.
Jangan mencantumkan layanan sebagai “indexing” bila jurnal hanya terdaftar, pernah terindeks, atau statusnya sudah tidak aktif.
Setelah Unsur A–E menilai tata kelola/manajemen jurnal dengan bobot maksimal 46 poin, penilaian dilanjutkan ke mutu artikel yang diterbitkan. Tahap ini terdiri atas F — Mutu Artikel (Substansi), maksimal 34 poin dan G — Gaya Penulisan & Penyuntingan Artikel, maksimal 20 poin.
Menilai kualitas ilmiah dan substansi artikel yang diterbitkan.
Menilai kelengkapan, konsistensi, kualitas penulisan, dan mutu penyuntingan artikel.
| Aspek | F — Substansi | G — Penulisan & Penyuntingan |
|---|---|---|
| Pertanyaan utama | Seberapa kuat kualitas ilmiah isi artikel? | Seberapa baik artikel ditulis, disunting, dan disajikan? |
| Fokus | Kebaruan, analisis, sintesis, kesimpulan, referensi, cakupan ilmu. | Struktur, metadata penulis, bahasa, sitasi, instrumen, galley, dan tata letak. |
| Bobot | 34 poin | 20 poin |
| Total | 54 poin mutu artikel | |
Unsur A + B + C + D + E
Unsur F + G
Unsur ini menilai apakah judul artikel mampu menggambarkan isi penelitian secara lugas, spesifik, dan informatif, serta memuat informasi penting dari artikel. Penilaian dilakukan terhadap artikel yang menjadi objek penilaian akreditasi. Bobot maksimal: 2 poin.
Judul menyatakan fokus artikel secara langsung, jelas, dan tidak menggunakan frasa yang terlalu umum.
Jika memungkinkan, judul tidak hanya menyebut topik, tetapi juga mencerminkan informasi atau temuan penting yang menjadi kontribusi artikel.
Judul konsisten dengan masalah, objek, pendekatan, dan substansi yang benar-benar dibahas dalam artikel.
Artikel berbahasa Indonesia: judul tersedia dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Artikel berbahasa Inggris: cukup menggunakan judul Bahasa Inggris.
Lokasi penelitian dicantumkan apabila informasi geografis tersebut penting untuk memahami objek, konteks, atau batas penelitian.
Judul seperti “Analisis tentang…”, “Studi mengenai…”, atau istilah sangat luas perlu diperjelas dengan objek, hubungan, konteks, atau informasi utama penelitian.
| Nilai | Kriteria | Interpretasi |
|---|---|---|
| 2 | Lugas + memuat informasi temuan penting | Judul jelas, spesifik, menggambarkan isi artikel, dan memberikan informasi penting mengenai substansi/temuan penelitian. |
| 1 | Lugas tetapi kurang memuat informasi | Judul sudah jelas dan sesuai isi, tetapi masih bersifat deskriptif atau belum cukup menunjukkan informasi penting dari artikel. |
| 0 | Tidak lugas dan tidak memuat informasi penting | Judul terlalu umum, tidak jelas, menyesatkan, atau tidak cukup menggambarkan substansi artikel. |
Pilih kondisi yang paling mewakili mutu judul artikel yang diperiksa secara konsisten pada terbitan yang dinilai.
Periksa konsistensi mutu judul pada artikel-artikel dalam nomor terbitan yang menjadi objek penilaian.
Bandingkan judul dengan abstrak, tujuan, hasil, dan kesimpulan. Judul yang terdengar baik tetapi tidak mewakili isi tidak memenuhi prinsip substantif.
Untuk mengejar nilai maksimal, evaluasi apakah judul telah bergerak dari sekadar menyebut “topik penelitian” menuju judul yang memberi informasi penting tentang penelitian.
Cantumkan lokasi bila memang relevan secara ilmiah; jangan menambahkan lokasi hanya untuk memperpanjang atau membuat judul tampak lebih spesifik.
Saat ini baru F.1 yang dinilai.
Belum dinilai.
Menilai apakah abstrak menyajikan isi penelitian secara ringkas, jelas, dan utuh.
Abstrak harus memberi gambaran cepat tetapi utuh mengenai penelitian. Pembaca idealnya dapat mengenali tujuan, metode, hasil utama, dan simpulan tanpa membaca keseluruhan artikel.
Gunakan checklist sebagai alat bantu sebelum menetapkan skor.
Menilai apakah kata kunci berfungsi sebagai metadata yang mewakili konsep penting isi artikel.
Kata kunci membantu mesin pencari dan pengindeks menemukan artikel. Karena itu, kata atau frasa yang dipilih harus mewakili konsep utama penelitian secara cermat.
Periksa relevansi dan keterwakilan konsep.
Menilai kemampuan artikel menunjukkan posisi ilmiah penelitian, orisinalitas, kontribusi kebaruan, kesenjangan penelitian, dan tujuan riset.
Penilaian terutama diarahkan pada pendahuluan dan argumentasi ilmiah artikel. Artikel yang kuat tidak hanya menyebut penelitian terdahulu, tetapi menunjukkan posisi penelitian baru terhadap pengetahuan yang sudah ada.
Pastikan klaim kebaruan benar-benar didukung isi artikel.
Menilai apakah hasil penelitian benar-benar menjawab tujuan, didukung fakta/data yang memadai, diinterpretasikan secara kritis, serta dibandingkan dengan teori dan penelitian lain yang relevan dan mutakhir.
F.5 sebaiknya dibaca sebagai kesinambungan dari F.4. Tujuan penelitian sudah diperiksa pada F.4; pada F.5 pertanyaan utamanya adalah: apakah hasil/temuan benar-benar menjawab tujuan tersebut?
Temuan yang hanya dipaparkan, meskipun didukung data, masih berada pada tingkat deskripsi. Mutu artikel meningkat ketika penulis bergerak ke interpretasi, perbandingan, dan sintesis.
Pilih kondisi yang paling menggambarkan kedalaman analisis dan sintesis artikel.
Checklist ini membantu membaca hubungan dari tujuan sampai pembahasan kritis.
| Level | Ciri dalam Artikel | Makna Penilaian |
|---|---|---|
| Deskripsi | Penulis hanya menyampaikan “apa yang ditemukan” atau menampilkan data. | Belum cukup untuk menunjukkan analisis mendalam. |
| Interpretasi | Penulis menjelaskan “apa arti temuan” dan mengapa pola tersebut terjadi. | Sudah masuk pembahasan analitis. |
| Perbandingan kritis | Temuan didialogkan dengan teori dan penelitian lain, termasuk persamaan/perbedaannya. | Menunjukkan kedalaman pembahasan. |
| Sintesis | Penulis menjelaskan apa yang diperkuat, diperluas, dikoreksi, atau ditambahkan oleh temuannya. | Menunjukkan kontribusi ilmiah artikel. |
Menilai mutu simpulan terutama dari kemampuannya menjawab tujuan penelitian, mempertegas temuan penting, dan menunjukkan implikasi hasil riset tanpa membuka pembahasan baru.
F.6 merupakan ujung dari alur logika artikel. Karena tujuan telah dinilai pada F.4 dan kekuatan hasil serta pembahasannya dinilai pada F.5, simpulan harus menunjukkan kesinambungan dengan keduanya.
Simpulan yang baik bukan ringkasan seluruh artikel. Ia adalah jawaban akhir yang ringkas terhadap tujuan berdasarkan temuan yang telah dianalisis.
Gunakan untuk memeriksa konsistensi tujuan–temuan–simpulan.
Nilai diperbarui otomatis berdasarkan skor tata kelola A–E dan sub-unsur F yang telah diisi.
Menilai proporsi sumber acuan primer yang digunakan artikel. Acuan primer membantu menunjukkan kedekatan artikel dengan hasil penelitian asli dan memperkuat state of the art.
Acuan primer adalah sumber yang menyajikan hasil penelitian atau karya ilmiah asli secara langsung.
Nisbah acuan primer = jumlah acuan primer ÷ jumlah seluruh rujukan × 100%.
Instrumen juga memperhatikan jumlah rujukan. Jika jumlah rujukan <15, nilainya berada pada kategori rendah meskipun persentase acuan primer tinggi.
Periksa kualitas penggunaan acuan, bukan hanya jumlahnya.
Menilai proporsi rujukan yang terbit dalam 10 tahun terakhir. Kemutakhiran pustaka menunjukkan sejauh mana artikel berdialog dengan perkembangan penelitian terkini.
Derajat kemutakhiran = jumlah rujukan 10 tahun terakhir ÷ jumlah seluruh rujukan × 100%.
Gunakan tahun terbit artikel sebagai titik acuan untuk menentukan rentang 10 tahun terakhir.
Kemutakhiran perlu dibaca bersama relevansi dan fungsi sumber.
Menilai persentase artikel yang konsisten dengan fokus dan skop jurnal. Semakin konsisten seluruh artikel terhadap identitas keilmuan jurnal, semakin tinggi nilainya.
Antardisiplin: artikel dapat menggunakan perspektif berbeda, tetapi semuanya berkontribusi pada fokus atau masalah ilmiah yang sama.
Bunga rampai: jurnal memuat artikel dari berbagai bidang yang tidak memiliki keterkaitan substantif yang jelas dengan fokus dan skop.
Penentuan sesuai/tidak sesuai sebaiknya membaca judul, abstrak, tujuan, dan substansi artikel—bukan judul saja.
Pastikan penilaian didasarkan pada substansi artikel.
Gunakan Level 3 untuk menilai tujuh sub-unsur secara berurutan: G1 Kelengkapan Galley/PDF, G2 Nama & Afiliasi Penulis, G3 Sistematika Penulisan, G4 Instrumen Pendukung, G5 Sistem Pengacuan Pustaka, G6 Kualitas Kebahasaan, dan G7 Mutu Penyuntingan. Total bobot Unsur G adalah 20 poin.
Menilai kelengkapan informasi penting yang tampil pada full text/galley artikel. Penilaian mencakup identitas publikasi pada halaman pertama serta pernyataan/deklarasi penting yang menyertai artikel.
Periksa apakah galley/PDF memuat unsur berikut secara jelas:
Declaration dapat ditempatkan pada bagian akhir artikel atau lokasi lain yang mudah ditemukan.
Checklist di atas berjumlah 9 unsur. Hasil dihitung otomatis.
Penilaian berfokus pada kelengkapan, kebenaran, dan konsistensi identitas penulis serta afiliasinya pada artikel dan metadata jurnal.
Menilai kelengkapan, sistematika, kesesuaian dengan Author Guidelines, dan konsistensi struktur artikel.
Menilai efektivitas dan sifat komplementer tabel, gambar/grafik, persamaan, simbol, singkatan, serta unsur tipografi dalam mendukung penyajian ilmiah.
Menilai kebakuan sistem sitasi, kesesuaian sitasi dalam teks dengan daftar pustaka, serta konsistensi penerapannya antarartikel dan terbitan.
Menilai penggunaan istilah baku, ketepatan bahasa ilmiah, kesesuaian dengan bidang ilmu, dan konsistensi mutu kebahasaan antarartikel.
Menilai mutu akhir penyuntingan artikel: konsistensi substansi dan gaya selingkung, kepatuhan pada standar artikel ilmiah, serta kerapian dan keterbacaan tata letak.
Tahap ini memeriksa pelanggaran integritas akademik dan kepatuhan etik yang dapat mengurangi nilai akreditasi. Penilaian disinsentif dilakukan oleh asesor khusus bidang etik; isian pada aplikasi ini merupakan evaluasi diri / deteksi potensi, bukan penetapan final.
Potensi pengurangan −10, −15, atau −20 poin bergantung pada jumlah artikel bermasalah pada nomor terbitan yang diajukan.
Untuk riset yang melibatkan manusia dan/atau hewan, periksa pencantuman informasi Ethical Clearance atau pernyataan kepatuhan etik yang relevan.
Identifikasi potensi pelanggaran pada artikel dalam nomor terbitan yang diajukan, kemudian periksa apakah penerbit telah melakukan tindakan korektif. Pengurangan poin H1 hanya berpotensi diterapkan pada pelanggaran yang terbukti dan tidak ditindaklanjuti secara korektif.
Tidak ada artikel bermasalah, atau temuan telah ditindaklanjuti dengan tindakan korektif yang memadai.
0 poinTerbukti terdapat 1 artikel bermasalah dan tidak ada tindakan korektif/retraksi yang memadai.
−10 poinTerbukti terdapat 2 sampai 3 artikel bermasalah dan tidak ada tindakan korektif/retraksi yang memadai.
−15 poinTerbukti terdapat lebih dari 3 artikel bermasalah dan tidak ada tindakan korektif/retraksi yang memadai.
−20 poinPemeriksaan ini terutama relevan bagi riset yang melibatkan manusia dan/atau hewan. Informasi etik harus dapat diverifikasi pada artikel atau melalui pernyataan kepatuhan etik yang relevan.
Tidak relevan, atau informasi/dokumen etik yang dipersyaratkan tersedia secara memadai.
0 poinPada riset yang memerlukan kepatuhan etik, artikel tidak mencantumkan informasi yang dipersyaratkan secara memadai.
−3 poinTahap ini mengakumulasikan seluruh nilai evaluasi diri pada unsur A–G, kemudian menguranginya dengan potensi disinsentif H1 dan H2. Nilai akhir digunakan untuk memproyeksikan status dan peringkat akreditasi.
90 ≤ n ≤ 100
80 ≤ n < 90
70 ≤ n < 80
60 ≤ n < 70
n < 60
Rincian skor setiap sub-unsur dibandingkan dengan skor maksimalnya. Bagian ini digunakan sebagai audit akhir setelah nilai dan peringkat ditetapkan.
Analisis ini membaca hasil evaluasi diri secara keseluruhan, menghitung gap terhadap peringkat berikutnya, dan menyusun prioritas perbaikan berdasarkan instrumen yang masih kehilangan poin.
Nilai saat ini 0. Untuk mencapai batas minimal 60, jurnal masih membutuhkan sedikitnya 60 poin bersih setelah memperhitungkan disinsentif.
Nilai sekarang 0 Target 60 Gap 60 poinAplikasi ini hanya untuk evaluasi diri. Hasilnya bukan keputusan akreditasi resmi. Disusun berdasarkan Permendiktisaintek Nomor 9 Tahun 2026 dan Keputusan Dirjen Sains dan Teknologi Nomor 374/DST/D.D1/HM.01.01/2026 tentang Petunjuk Teknis Akreditasi Jurnal Ilmiah.
Antarmuka Rifainstitute · Sumber instrumen disusun oleh Busro dengan bantuan ChatGPT · busro@uinsgd.ac.id · Tidak diperjualbelikan.