RIFAINSTITUTE / ACADEMIC JOURNAL DEVELOPMENT INSTRUMEN EVALUASI 2026
R.
RIFAINSTITUTEJournal Excellence & Development
APLIKASI PENDAMPING AKREDITASI JURNAL

Evaluasi Diri
ARJUNA 2026

Tinjau kesiapan jurnal, evaluasi setiap instrumen, dan susun prioritas perbaikan melalui satu ruang kerja yang terstruktur.

PEMERIKSAAN AWAL0 / 15unsur terjawab
SKOR SEMENTARA0 / 100estimasi evaluasi diri
STATUS PENYIMPANANLokaldi browser perangkat Anda
JURNAL AKTIFBelum ada nama jurnalData evaluasi tersimpan di browser ini
RUANG KERJA EVALUASI

Satu langkah lebih dekat menuju jurnal yang lebih berkualitas.

Mulai dari persiapan pengajuan, pemeriksaan 15 unsur awal dan 2 unsur kelayakan, hingga penilaian A–G, disinsentif, dan proyeksi peringkat.

PROGRES PEMERIKSAAN 0%

Belum ada instrumen yang terjawab.

15Pemeriksaan awal
2Kelayakan
100Skor maksimal
INSTRUMEN MULTI-TAHAP

Alur Evaluasi Diri

Instrumen tersusun dalam tahapan agar evaluasi lebih mudah dilakukan. Data tersimpan pada browser perangkat ini; unduh cadangan JSON jika ingin berpindah perangkat.

1 Pengajuan→2.1 Pemeriksaan Awal→2.2 Kelayakan→3 Penilaian→4 Penetapan

Tiga Level Navigasi

Level 1 — Tahap Proses
Pengajuan → Pemeriksaan Awal → Pemeriksaan Kelayakan → Penilaian.
Level 2 — Unsur Penilaian
A, B, C, D, E, F, dan G.
Level 3 — Sub-Unsur
B1–B5; C1–C4; D1–D2; E1–E2; F1–F9; G1–G7.
Pola Isi Sub-Unsur
Indikator/checklist → Kriteria skor → Penjelasan/catatan → Hasil sementara.

Logika Gerbang

Tahap 1 menyiapkan data dan usulan. Tahap 2 adalah pemeriksaan minimum dan kelayakan. Jurnal yang belum lolos gerbang pemeriksaan belum masuk penilaian.
Tahap 3 menghasilkan angka nilai akreditasi. Total maksimal 100: Tata Kelola 46 + Mutu Artikel 54.
DISCLAIMER

Tentang Aplikasi Evaluasi Diri

Aplikasi ini hanya digunakan sebagai alat bantu evaluasi diri bagi pengelola jurnal ilmiah. Hasil skor, analisis, proyeksi peringkat, dan rekomendasi yang dihasilkan aplikasi bukan merupakan hasil akreditasi resmi dan tidak menggantikan penilaian asesor maupun keputusan Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi.

Aplikasi disusun dengan mengacu pada Permendiktisaintek Nomor 9 Tahun 2026 tentang Akreditasi Jurnal Ilmiah serta Keputusan Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Nomor 374/DST/D.D1/HM.01.01/2026 tentang Petunjuk Teknis Akreditasi Jurnal Ilmiah, termasuk materi sosialisasi kebijakan dan petunjuk teknis akreditasi jurnal ilmiah tahun 2026.

TAHAP 1

Pengajuan

Masukkan hanya nama jurnal. Informasi lainnya menjadi daftar kesiapan sebelum melanjutkan pengajuan pada ARJUNA Gen 2.

Login ARJUNA Gen 2: gunakan email yang terdaftar pada akun ARJUNA lama sebagai username; password tetap menggunakan password akun ARJUNA versi lama.

Apa yang perlu disiapkan sebelum mengajukan?

Tahap Pengajuan belum merupakan tahap pemberian skor. Tujuannya adalah memastikan seluruh identitas, kontak, kebijakan, kredensial, dan nomor terbitan sudah siap sebelum usulan dikirim. Beberapa identitas utama mengikuti data yang terhubung dengan GARUDA, sehingga pengelola perlu memastikan data sumber tersebut benar.

0/6 lengkap

Siapkan URL jurnal, tahun pertama terbit elektronik, frekuensi terbit, e-ISSN beserta tanggal SK dan URL, serta p-ISSN jika tersedia. Perubahan nama jurnal, URL jurnal, ISSN, penerbit, dan identitas tertentu mengikuti data sumber yang terhubung dengan GARUDA.

Tentukan rumpun ilmu dan bidang fokus yang paling sesuai dengan aims & scope jurnal. Pilihan harus mencerminkan disiplin utama jurnal dan konsisten dengan artikel yang diterbitkan.

Siapkan nama PIC, instansi, jabatan di jurnal, nomor WhatsApp, email; serta nama Editor in Chief, institusi/PT, nomor WhatsApp, dan email aktif.

Siapkan nama dan jenis institusi penerbit, nama institusi/asosiasi/perguruan tinggi, website, alamat, kota, negara, nomor kontak, dan email penerbit.

Siapkan URL kontak, mitra bestari, Dimensions, dewan penyunting, APC Policy, etika publikasi, AI Policy, Review Policy, DOI jurnal, dan halaman pengindeks.

Periksa kesesuaian nama jurnal, ISSN, penerbit, URL, DOI, dan informasi lain antara laman jurnal, GARUDA, ISSN, dan ARJUNA sebelum melanjutkan.

Alur Borang

Borang→Kelengkapan→Tambah Issue→Siap Akreditasi
Kelengkapan utama
Kredensial editor: URL, user, password
Keberagaman editor & mitra bestari
APC/Author Fees dan URL kebijakan
URL kebijakan dan informasi jurnal
Sebelum “Siap Akreditasi”
Issue yang diajukan sudah ditambahkan
Data jurnal telah dimutakhirkan
Seluruh URL diperiksa aktif
Informasi editor/reviewer sudah benar

Isi menu Kelengkapan pada Borang

Gunakan bagian ini sebagai checklist. Centang setiap item jika data atau URL sudah tersedia dan siap dimasukkan ke Borang ARJUNA.

Kredensial Akun Editor
URL jurnal
User editor
Password editor
Publishing platform, bila diminta (OJS 2/OJS 3/Digital Commons/Editorial Manager/ScholarOne/sistem mandiri/lainnya)
Keberagaman
Daftar Mitra Bestari + URL
Total personil dan total institusi Mitra Bestari
Asal negara Mitra Bestari (3 tahun terakhir)
Asal provinsi Indonesia Mitra Bestari (3 tahun terakhir)
Daftar Dewan Editor + URL
Total personil dan total institusi Dewan Editor
Asal negara Dewan Editor (3 tahun terakhir)
Asal provinsi Indonesia Dewan Editor (3 tahun terakhir)
Article Processing Charge (APC)
Besaran APC / biaya penulis
Mata uang: IDR atau USD
URL Article Processing Charge / Author Fees
Jika tanpa biaya, tersedia pernyataan eksplisit bahwa jurnal tidak membebankan biaya kepada penulis
URL Tambahan
URL Tujuan dan Ruang Lingkup (Aims & Scope)
URL Kriteria Pengarang / Authorship
URL Jenis Manuskrip
URL Jadwal Penerbitan
URL Pengarsipan Elektronik
URL Hak Cipta
URL Lisensi
URL Kebijakan Plagiasi
URL Allegation of Research Misconduct
URL Konflik Kepentingan
URL Diskusi Pasca Penerbitan
URL Koreksi dan Penarikan Kembali / Retraction
URL Kebijakan Proses Penelaahan / Peer Review
URL Kebijakan Akses
URL Keterangan Kepemilikan dan Kepengelolaan
URL Informasi Kontak
URL Author Fee
URL Author Guidelines
URL Statistik Kunjungan
URL Pencantuman dan Pengindeksan
Tambah Issue: setelah Kelengkapan selesai, tambahkan issue/nomor terbitan yang akan diajukan. Setelah seluruh data dan issue diverifikasi, barulah klik Siap Akreditasi.
TAHAP 2.1

Pemeriksaan Awal

Pemeriksaan Awal merupakan pemeriksaan kriteria minimum untuk memastikan prasyarat formal jurnal ilmiah terpenuhi. Tahap ini bukan penilaian angka. Jurnal harus lolos Pemeriksaan Awal terlebih dahulu sebelum masuk Pemeriksaan Kelayakan.

ISSN & identitas

Jurnal wajib memiliki e-ISSN. Nama jurnal dan penerbit harus bersifat ilmiah dan identik dengan data pusat nasional layanan ISSN/Portal ISSN.

Umur, frekuensi & keberkalaan

Telah terbit sekurang-kurangnya 3 tahun berturut-turut dihitung mundur dari pengajuan; frekuensi sesuai e-ISSN dan minimal 2 kali setahun; setiap terbitan sekurang-kurangnya 5 artikel.

Editor & Mitra Bestari

Daftar Dewan Penyunting dan Mitra Bestari harus berkualifikasi sesuai bidang ilmu, memuat sekurang-kurangnya nama dan afiliasi, serta menunjukkan keberagaman nasional dan/atau internasional yang mencukupi.

Etika & biaya

Jurnal memiliki publication ethics yang mengacu COPE dan informasi Author Fees yang transparan, baik jurnal berbayar maupun tanpa biaya.

Kredensial Editor

Jurnal menyediakan username dan password dengan peran Editor agar proses pengelolaan, editorial, review, dan penerbitan artikel dapat ditelusuri.

DOI & full text

Setiap artikel memiliki DOI aktif dan teks penuh yang tersedia serta dapat diakses.

Cara menggunakan: periksa satu per satu 15 unsur di bawah berdasarkan kondisi nyata jurnal. Pilih “Memenuhi” hanya jika bukti dapat diverifikasi.

1. Validitas laman jurnal

Laman aktif, dapat diakses, dan merepresentasikan jurnal yang diajukan.

2. Validitas nama jurnal sesuai ISSN

Nama jurnal ilmiah identik dengan data ISSN/Portal ISSN.

3. Validitas penerbit jurnal sesuai ISSN

Penerbit sesuai dengan data yang tercatat pada ISSN.

4. Kesesuaian jenis dan waktu usulan

Jenis dan waktu pengajuan sesuai ketentuan periode usulan.

5. Kesesuaian frekuensi terbitan

Sesuai data e-ISSN dan sedikitnya 2 kali setahun secara teratur.

6. Keberkalaan jurnal tiga tahun terakhir

Terbit sekurang-kurangnya 3 tahun berturut-turut; setiap terbitan sekurang-kurangnya 5 artikel.

7. Pencantuman peringkat dan masa berlaku

Informasi peringkat dan masa berlaku dicantumkan dengan benar bila relevan.

8. Laman etika publikasi

Publication ethics tersedia dan mengacu standar COPE.

9. Laman biaya pemrosesan artikel / Author Fees

Biaya kepada penulis dijelaskan transparan; jika gratis dinyatakan eksplisit.

10. Ketersediaan DOI aktif

Setiap artikel memiliki DOI yang aktif.

11. Ketersediaan teks penuh pada setiap artikel

Full text setiap artikel tersedia dan dapat diakses.

12. Kecukupan keberagaman afiliasi tim Editor

Nama dan afiliasi editor menunjukkan keberagaman yang mencukupi.

13. Kecukupan keberagaman afiliasi Mitra Bestari

Nama dan afiliasi reviewer menunjukkan keberagaman yang mencukupi.

14. Validitas username dan password

Username dan password yang diberikan valid.

15. Ketersediaan kredensial/peran Editor

Akun memiliki role Editor untuk menelusuri proses editorial dan review.

Hasil Pemeriksaan Awal

Belum lengkap: 15 unsur belum dinilai.
TAHAP 2.2

Pemeriksaan Kelayakan

Pemeriksaan Kelayakan memastikan jurnal benar-benar layak sebagai jurnal ilmiah dan layak masuk proses penilaian akreditasi. Pemeriksaan ini dilakukan setelah jurnal lolos Pemeriksaan Awal dan berfokus pada dua hal: kecukupan peer review serta validitas dan integritas penerbit.

1. Kecukupan Penelaahan

Bukan sekadar memiliki nama reviewer. Pemeriksaan memastikan setiap artikel yang diterbitkan benar-benar telah melalui penelaahan Mitra Bestari dan prosesnya dapat ditelusuri melalui akun Editor.

2. Validitas & Integritas Penerbit

Asesor memeriksa rekam jejak penerbit serta kepatuhan terhadap etika publikasi, etika penerbitan, dan integritas akademik.

1. Kecukupan Penelaahan Artikel oleh Mitra Bestari

Setiap artikel yang diterbitkan telah melalui penelaahan Mitra Bestari dan jejak prosesnya dapat ditelusuri.

2. Validitas dan Integritas Penerbit

Rekam jejak penerbit, legalitas, etika penerbitan, dan integritas akademik memenuhi ketentuan.

Lembaga penerbit yang diperbolehkan: perguruan tinggi, lembaga negara, lembaga pemerintah kementerian/non-kementerian, organisasi profesi ilmiah, lembaga penelitian dan pengembangan, lembaga pendidikan, dan/atau badan usaha. Perguruan tinggi dapat mendelegasikan pengelolaan jurnal kepada subkelembagaan di bawahnya, tetapi serendah-rendahnya setingkat program studi.
Legalitas dan kredibilitas: institusi yang memiliki kewenangan penerbitan seharusnya mempunyai legalitas formal/berbadan hukum, kredibilitas terverifikasi, berdomisili di Indonesia, dan memiliki laman penerbit yang menjamin kesinambungan operasional serta payung hukum proses penerbitan. Satu penerbit dapat mengelola lebih dari satu jurnal yang tidak sejenis selama masing-masing memiliki ranah keilmuan yang jelas.
Organisasi Profesi Ilmiah: merupakan perkumpulan profesi/pakar pada bidang keilmuan tertentu, berbadan hukum, diorganisasi anggotanya, memiliki persyaratan khusus keanggotaan, memiliki kewenangan menguji dan memberi sertifikat kompetensi, serta berada pada tingkat pusat/nasional, bukan cabang atau wilayah.
Integritas dapat ditinjau kembali: temuan pada tahap penilaian mengenai kecukupan peer review, independensi editorial, benturan kepentingan, atau pelanggaran etika publikasi dapat menjadi dasar meninjau kembali hasil Pemeriksaan Kelayakan. Penerbit dapat dinilai terlibat bila terdapat bukti peran, persetujuan, pembiaran, atau tidak adanya tindakan memadai terhadap pelanggaran, termasuk pola pelanggaran pada lebih dari satu jurnal di bawah pengelolaannya.
Belum lengkap. Nilai kedua unsur kelayakan.
LOLOS: lanjut ke Tahap 3 — Penilaian.
TIDAK LOLOS: dapat mengajukan kembali paling cepat 2 tahun sejak tanggal penetapan hasil pemeriksaan, dengan seluruh nomor terbitan 3 tahun terakhir.
NAVIGASI PENILAIAN

Navigasi Penilaian Tahap 3 — Unsur A–G

Gunakan Level 2 untuk memilih unsur utama A–G. Jika suatu unsur memiliki rincian, Level 3 akan menampilkan sub-unsurnya: B1–B5, C1–C4, D1–D2, E1–E2, F1–F9, dan G1–G7.

Pola hierarki: Level 1 = Tahap proses akreditasi; Level 2 = Unsur penilaian A–G; Level 3 = Sub-unsur penilaian. Seluruh nilai pada Level 3 diakumulasikan ke unsur Level 2 dan kemudian ke total evaluasi diri.
TAHAP 3

Penilaian 3Akreditasi: Struktur Nilai

Setelah lolos Pemeriksaan Awal dan Pemeriksaan Kelayakan, jurnal masuk ke penilaian. Tabel pertama menunjukkan pembagian bobot Tata Kelola dan Mutu Artikel. Tabel kedua menerjemahkan nilai total menjadi peringkat akreditasi.

Tabel Unsur dan Bobot Penilaian

KodeUnsur PenilaianTata KelolaMutu Artikel
AKonsistensi Identitas Jurnal2–
BTata Kelola Jurnal Ilmiah dan Keberagaman Mitra Bestari/Editor/Penulis22–
CKelengkapan Laman Jurnal Ilmiah7–
DKeberkalaan Penerbitan Jurnal Ilmiah3–
EPenyebarluasan Jurnal Ilmiah12–
Jumlah Tata Kelola46
FMutu Artikel (Substansi)–34
GGaya Penulisan dan Penyuntingan Artikel–20
Jumlah Mutu Artikel54
Nilai Total Akreditasi100

A–E = Tata Kelola (maksimal 46). Bagian ini menilai identitas, proses pengelolaan, kelengkapan laman, keberkalaan, dan penyebarluasan jurnal. F–G = Mutu Artikel (maksimal 54). Bagian ini menilai substansi ilmiah artikel serta kualitas penulisan dan penyuntingannya.

Tabel Peringkat Akreditasi

PeringkatNilai Total (n)
Terakreditasi Peringkat 190 ≤ n ≤ 100
Terakreditasi Peringkat 280 ≤ n < 90
Terakreditasi Peringkat 370 ≤ n < 80
Terakreditasi Peringkat 460 ≤ n < 70
Tidak Terakreditasin < 60
Cara membaca: nilai dari seluruh unsur A–G dijumlahkan. Total inilah yang digunakan untuk menentukan simulasi peringkat. Pada versi ini penilaian rinci dimulai dari Unsur A; unsur B–G akan ditambahkan bertahap.
UNSUR A — TATA KELOLA

A. Konsistensi Identitas Jurnal Ilmiah

Unsur A menilai apakah identitas jurnal ilmiah jelas, spesifik, unik, sesuai bidang ilmu, dan konsisten pada ISSN, laman jurnal, metadata artikel, serta galley/PDF. Bobot maksimal: 2 poin.

1. Apa yang diperiksa?

1. Nama ilmiah, singkat, dan unik

Nama mencerminkan identitas ilmiah yang jelas, ringkas, dan memiliki kekhasan.

2. Selaras dengan skop

Nama sesuai dengan ruang lingkup keilmuan yang menjadi fokus penerbitan.

3. Spesifik pada bidang ilmu

Identitas jurnal menunjukkan bidang keilmuan yang jelas.

4. Terdaftar dan sesuai ISSN

Nama jurnal sesuai dengan identitas yang terdaftar pada ISSN.

5. Menghindari nama institusi/lokasi

Nama jurnal tidak sebaiknya menggunakan nama institusi atau lokasi sebagai identitas utamanya.

6. Istilah jelas dan etis

Istilah yang digunakan mudah dipahami dan tidak menyesatkan.

7. Konsisten di seluruh media

Nama ditampilkan konsisten pada laman, metadata artikel, dan galley/PDF.

Catatan penting: penilaian identitas tidak hanya melihat nama jurnal. Yang diperiksa adalah konsistensi antara nama, bidang keilmuan, data ISSN, laman jurnal, metadata artikel, dan berkas PDF.

2. Pilih Nilai Unsur A

2Unik dan spesifik
1Kurang unik / kurang spesifik
0Tidak unik / tidak sesuai

3. Hasil Sementara

Nilai Unsur A
– / 2
Pilih salah satu kriteria penilaian di atas.
Tata Kelola sementara
0 / 46
Saat ini baru Unsur A yang dinilai.
Total Akreditasi sementara
0 / 100
Belum dapat menentukan peringkat final sebelum B–G selesai.
UNSUR B.1 — TATA KELOLA

B.1. Komposisi, Rekam Jejak Publikasi, dan Keberagaman Asal Mitra Bestari (Peer Reviewer)

Unsur B.1 menilai apakah jurnal memiliki Mitra Bestari yang aktif, relevan bidang keahliannya, memiliki rekam jejak publikasi, beragam asal institusi/negara, dan benar-benar melakukan penelaahan substantif. Peran editor dan reviewer harus terpisah dengan jelas. Bobot maksimal: 6 poin.

1. Indikator Penilaian

1. Editor dan reviewer tidak boleh rangkap jabatan

Editor dan Mitra Bestari harus memiliki peran yang terpisah jelas dan dijelaskan dengan jelas pada website jurnal.

2. Sesuai bidang kepakaran

Kepakaran reviewer relevan dengan bidang artikel; dibuktikan melalui CV/daftar publikasi dan tautan profil seperti Google Scholar, ORCID, Scopus ID, atau Sinta ID.

3. Aktif menelaah dan memiliki bukti telaah

Tersedia bukti hasil review substantif dalam 3 tahun terakhir.

4. Rekam jejak publikasi tiga tahun terakhir

Kompetensi reviewer dinilai dari aktivitas publikasi ilmiah dalam 3 tahun terakhir.

5. Keberagaman negara dan institusi

Komposisi reviewer mempertimbangkan keragaman asal negara dan institusi.

6. Identitas dan afiliasi valid

Nama, identitas akademik, dan afiliasi reviewer dapat diverifikasi.

7. AI tidak boleh digunakan untuk melakukan review

AI tidak boleh menggantikan penilaian substantif oleh reviewer.

2. Bobot dan Kriteria Penilaian

Pilih satu kriteria yang paling sesuai dengan kondisi nyata jurnal. Jumlah reviewer per naskah dan bukti telaah substantif menjadi pembeda penting antarskor.

6
Keberagaman Internasional Tinggi
  • ≥5 negara
  • ≥3 reviewer per naskah
  • Ada bukti telaah substantif
4
Keberagaman Institusi dan Negara
  • ≥6 institusi dari 3 negara ATAU ≥8 institusi*
  • ≥2 reviewer per naskah
  • Ada bukti telaah
2
Rekam Jejak Nasional
  • Rekam jejak nasional
  • ≥6 institusi
  • ≥2 reviewer per naskah
1
Keberagaman Institusi Terbatas
  • Rekam jejak nasional
  • ≥4 institusi
  • ≥2 reviewer per naskah
0
Tidak Memenuhi Kriteria
  • Reviewer tidak aktif dan/atau
  • Tidak ada bukti telaah substantif
* Catatan khusus skor 4: opsi ≥8 institusi dapat digunakan untuk jurnal yang sangat spesifik/khusus—misalnya kajian Sunda, Jawa, bahasa Indonesia, atau bidang setara—sehingga diversitas negara tidak selalu harus ada.

3. Penetapan Nilai B.1

4. Catatan Penting Penilaian

Rekam jejak publikasi

Dinilai dari aktivitas publikasi ilmiah 3 tahun terakhir.

Keberagaman

Negara dan institusi merupakan unsur penting dalam penilaian.

Reviewer per naskah

Jumlah reviewer per naskah menjadi pembeda skor.

Bukti telaah

Bukti penelaahan substantif harus tersedia dan dapat ditelusuri.

Pemisahan peran

Peran editor dan reviewer harus dipisahkan.

Jurnal sangat spesifik

Pendekatan ≥8 institusi dapat menjadi dasar skor 4 ketika diversitas negara secara wajar terbatas.

Kesimpulan: untuk memperoleh nilai maksimal 6 poin, jurnal harus memiliki Mitra Bestari dari sedikitnya 5 negara, melibatkan minimal 3 reviewer per naskah, serta menyediakan bukti penelaahan substantif.

5. Hasil Sementara

Nilai Unsur B.1
– / 6
Pilih kriteria B.1 yang paling sesuai.
Nilai Tata Kelola sementara
0 / 46
Akumulasi unsur Tata Kelola yang sudah dinilai.
Total Akreditasi sementara
0 / 100
Peringkat final ditentukan setelah seluruh A–G selesai.
UNSUR B.2 — TATA KELOLA

B.2. Mutu Penyuntingan Substansi oleh Mitra Bestari

Unsur B.2 tidak hanya memeriksa apakah proses peer review tersedia, tetapi terutama menilai mutu dan dampak hasil penelaahan terhadap substansi artikel. Komentar reviewer harus substantif, konstruktif, terdokumentasi, dan benar-benar membantu peningkatan mutu artikel. Penilaian dilihat secara konsisten pada artikel yang terbit dalam 3 tahun terakhir. Bobot maksimal: 4 poin.

1. Indikator Penilaian

1. Dampak review pada mutu artikel

Hasil penelaahan harus memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas artikel ilmiah.

2. Komentar substantif dan konstruktif

Reviewer memberikan masukan yang mendalam, relevan, dan dapat digunakan untuk memperbaiki artikel.

3. Bukti korespondensi atau catatan review

Tersedia komentar reviewer, formulir penilaian, file hasil penelaahan, atau korespondensi yang menunjukkan proses review.

4. Fokus pada isi, bukan bahasa

Penelaahan menilai substansi ilmiah, argumentasi, metode, data, analisis, dan kontribusi; bukan sekadar tata bahasa atau layout.

5. Blind review tetap terjaga

Anonimitas penulis dan reviewer dipertahankan sesuai mekanisme blind peer review yang dinyatakan jurnal.

6. Dinilai konsisten tiga tahun terakhir

Kualitas proses review diperiksa pada artikel yang diterbitkan selama 3 tahun terakhir, bukan hanya satu atau dua contoh terbaik.

7. Tanpa bukti berarti tanpa review

Jika proses penelaahan tidak terdokumentasi dan tidak dapat diverifikasi, mutu review tidak dapat dinilai.

8. Bukti berupa file unggah atau formulir

Dokumentasi sebaiknya tersimpan dalam sistem jurnal sebagai file review, formulir penilaian, komentar, atau rekaman korespondensi yang dapat diverifikasi.

Inti pemeriksaan: asesor tidak cukup melihat status “review completed”. Yang penting adalah isi komentar reviewer dan perubahan substantif yang dihasilkan. Karena itu, bukti review harus dapat menunjukkan bahwa reviewer benar-benar menilai kualitas ilmiah naskah.

2. Bobot dan Kriteria Penilaian

4Baik Sekali

Komentar substantif dan signifikan; saran perbaikan nyata; mutu isi artikel terjaga; konsisten selama 3 tahun terakhir.

2Kurang Baik

Komentar kurang substantif; saran perbaikan terbatas; dampak perbaikan kurang signifikan; dinilai pada 3 tahun terakhir.

0Tidak Baik

Komentar hanya menyangkut tata bahasa/layout atau tidak menyentuh substansi artikel.

NilaiKategoriKriteria Utama
4Baik SekaliKomentar substantif, perbaikan signifikan, dan konsisten.
2Kurang BaikKomentar terbatas dan dampak perbaikan kurang signifikan.
0Tidak BaikKomentar hanya menyangkut bahasa/tata letak dan tidak menyentuh substansi.

3. Penetapan Nilai B.2

Pilih nilai berdasarkan bukti review nyata dalam tiga tahun terakhir, bukan berdasarkan kebijakan review yang tertulis di laman jurnal saja.

4. Catatan Penting Penilaian

Periode penilaian

Bukti diambil dari artikel yang diterbitkan dalam 3 tahun terakhir.

Fokus utama

Yang dinilai adalah kualitas dan dampak penelaahan terhadap substansi artikel.

Bukti penilaian

Komentar reviewer, formulir review, file hasil penelaahan, dan korespondensi dapat menjadi bukti.

Prinsip penelaahan

Mekanisme blind review yang dinyatakan jurnal harus tetap terjaga.

Dokumentasi

Dokumen harus tersimpan dan dapat diverifikasi ketika proses akreditasi berlangsung.

Kualitas komentar

Komentar reviewer harus benar-benar membantu peningkatan kualitas artikel, bukan sekadar koreksi teknis.

Kesimpulan: nilai maksimal 4 poin diberikan ketika proses peer review menghasilkan komentar substantif dan konstruktif, saran perbaikan yang nyata, serta berdampak pada peningkatan mutu artikel secara konsisten selama tiga tahun terakhir. Keberadaan proses review saja belum cukup.

5. Hasil Sementara

Nilai Unsur B.2
– / 4
Pilih kriteria B.2 yang paling sesuai.
Subtotal Unsur B sementara
0 / 22
Saat ini merupakan akumulasi B.1 + B.2.
Tata Kelola sementara
0 / 46
Akumulasi A + unsur B yang telah dinilai.
Total Akreditasi sementara
0 / 100
Belum merupakan peringkat final sampai seluruh A–G selesai dinilai.
UNSUR B.3 — TATA KELOLA

B.3. Pelibatan, Komposisi, Rekam Jejak Publikasi, dan Keberagaman Asal Tim Penyunting

Unsur B.3 menilai kualitas nyata Tim Penyunting, bukan sekadar panjangnya daftar nama pada Editorial Board. Editor in Chief (EIC) dan editor harus aktif dalam pengelolaan jurnal, memiliki kepakaran yang sesuai dengan skop, mempunyai rekam jejak publikasi yang dapat diverifikasi, serta menunjukkan keberagaman institusi dan/atau negara. Bobot maksimal: 5 poin.

Prinsip penting: nama editor yang dicantumkan tetapi tidak terbukti terlibat dalam pengelolaan jurnal tidak dapat digunakan untuk memperkuat keberagaman Tim Penyunting.

1. Indikator Penilaian

1. EIC dan editor aktif

Editor in Chief dan anggota Tim Penyunting benar-benar terlibat dalam pengelolaan jurnal dan terdapat bukti aktivitasnya di dalam sistem jurnal.

2. Mengelola jurnal dan menelaah bila diperlukan

Tim Penyunting menjalankan fungsi editorial, menangani naskah, mengambil keputusan editorial, serta dapat melakukan telaah sesuai kebutuhan dan mekanisme jurnal.

3. Jumlah editor mencukupi dan kepakaran sesuai skop

Komposisi Tim Penyunting proporsional dengan volume naskah dan bidang kepakaran anggotanya relevan dengan ruang lingkup jurnal.

4. Struktur jelas dan berbasis kualifikasi

Struktur editorial dibentuk berdasarkan fungsi dan kompetensi akademik, bukan semata-mata jabatan struktural atau ex-officio.

5. Keberagaman institusi dan negara

Komposisi editor menunjukkan keterwakilan institusi dan, pada kategori yang lebih tinggi, keterwakilan negara yang memadai.

6. Rekam jejak publikasi

EIC dan editor memiliki rekam jejak publikasi ilmiah yang relevan dan dapat diverifikasi melalui profil akademik atau basis data publikasi.

7. Pelibatan harus dapat dibuktikan

Jika editor tidak terbukti terlibat dalam proses editorial, asal negara atau institusinya tidak diperhitungkan sebagai keberagaman Tim Penyunting.

EIC wajib berafiliasi di Indonesia. Pastikan afiliasi Editor in Chief jelas dan dapat diverifikasi.
Nama dan afiliasi harus valid. Identitas editor harus dapat diverifikasi melalui laman institusi, profil akademik, ORCID, Scopus, Google Scholar, SINTA, atau sumber kredibel lainnya.
Identitas fiktif atau pencatutan: keberadaan nama/afiliasi yang tidak valid, fiktif, atau dicantumkan tanpa keterlibatan nyata merupakan masalah serius dan dapat berakibat pada nilai terendah.

2. Bobot dan Kriteria Penilaian

5
Rekam Jejak Internasional & Keberagaman Tinggi
  • Rekam jejak internasional
  • Tim Penyunting berasal dari ≥5 negara
  • Editor aktif dan dapat diverifikasi
3
Rekam Jejak Internasional
  • Rekam jejak internasional
  • ≥2 negara atau ≥6 institusi*
  • Pelibatan editor dapat dibuktikan
2
Rekam Jejak Nasional
  • Rekam jejak nasional
  • >4 institusi
  • Editor aktif dan sesuai skop
1
Keberagaman Terbatas
  • Rekam jejak nasional
  • ≥2 institusi
  • Komposisi masih terbatas
NilaiRekam JejakKriteria Keberagaman Utama
5InternasionalTim Penyunting berasal dari ≥5 negara.
3Internasional≥2 negara atau ≥6 institusi*.
2Nasional>4 institusi.
1Nasional≥2 institusi.
* Catatan khusus kriteria ≥6 institusi: jalur ≥6 institusi bukan alternatif umum untuk semua jurnal. Kriteria ini digunakan untuk jurnal dengan fokus sangat spesifik atau lokal tertentu yang secara karakter keilmuannya membuat diversitas negara menjadi terbatas, misalnya jurnal yang secara khusus mengkaji wilayah, komunitas, bahasa, budaya, atau kekhasan lokal tertentu. Untuk jurnal dengan cakupan umum, keberagaman negara tetap menjadi acuan utama.
Perhatian: keberagaman hanya dihitung dari editor yang benar-benar terlibat. Daftar editorial yang sekadar mencantumkan nama akademisi tanpa bukti aktivitas tidak seharusnya digunakan untuk mengklaim keberagaman.

3. Penetapan Nilai B.3

Pilih kategori yang paling sesuai dengan kondisi aktual Tim Penyunting dan bukti yang dapat ditunjukkan pada saat akreditasi.

Validasi integritas: bila ditemukan identitas editor fiktif/pencatutan atau daftar editor tidak dapat diverifikasi, jangan menggunakan keberagaman tersebut sebagai dasar memilih skor tinggi.

4. Apa yang Sebaiknya Disiapkan?

Bukti pelibatan di sistem

Riwayat assignment editor, keputusan editorial, komunikasi editorial, atau aktivitas lain yang menunjukkan EIC/editor benar-benar bekerja dalam proses penerbitan.

Profil akademik editor

Tautan institusi, Google Scholar, ORCID, Scopus ID, SINTA, CV, atau daftar publikasi yang menunjukkan kepakaran dan rekam jejak.

Data afiliasi dan negara

Pastikan nama institusi dan negara setiap editor mutakhir, konsisten, dan dapat diverifikasi.

Kesesuaian dengan skop

Komposisi kepakaran editor perlu mencakup bidang-bidang utama dalam aims & scope jurnal.

Struktur editorial

Jelaskan fungsi EIC, editor/managing editor bila ada, dan hindari pembentukan dewan hanya berdasarkan jabatan struktural.

Audit daftar editor

Periksa kembali apakah semua nama yang tampil di website masih aktif, mengetahui pencantumannya, dan benar-benar terlibat.

5. Hasil Sementara

Nilai Unsur B.3
– / 5
Pilih kriteria B.3 yang paling sesuai.
Subtotal Unsur B sementara
0 / 22
Akumulasi B.1 + B.2 + B.3.
Tata Kelola sementara
0 / 46
Akumulasi A + unsur B yang sudah dinilai.
Total Akreditasi sementara
0 / 100
Peringkat final dihitung setelah seluruh unsur A–G selesai.
UNSUR B.4 — TATA KELOLA

B.4. Keberagaman Asal Penulis

Unsur B.4 menilai keberagaman asal penulis berdasarkan negara dan/atau institusi pada artikel yang benar-benar diterbitkan jurnal. Penilaian dilakukan per nomor terbitan dan memperhatikan pola publikasi selama 3 tahun terakhir. Karena itu, keberagaman tidak cukup terlihat pada satu edisi tertentu saja, tetapi harus tercermin secara konsisten dalam periode penilaian. Bobot maksimal: 6 poin.

Prinsip utama: yang dihitung adalah penulis dengan identitas, afiliasi, dan kontribusi yang nyata serta dapat diverifikasi. Penambahan nama penulis setelah artikel diterima (accepted) tanpa alasan akademik yang jelas dan logis tidak seharusnya digunakan untuk meningkatkan indikator keberagaman.

1. Indikator Penilaian

1. Dinilai dari negara dan institusi penulis

Keberagaman dilihat dari asal negara dan/atau institusi para penulis yang tercantum pada artikel jurnal.

2. Dilihat per nomor terbitan

Asesor memperhatikan komposisi penulis pada setiap issue/nomor terbitan, bukan hanya jumlah kumulatif seluruh penulis.

3. Periode tiga tahun terakhir

Pola keberagaman diperiksa pada nomor-nomor terbitan selama 3 tahun terakhir.

4. Data issue sebaiknya memuat asal penulis

Nama institusi dan negara penulis perlu ditampilkan dengan jelas dan konsisten pada metadata artikel, laman artikel, dan/atau galley PDF.

5. Kontribusi penulis harus nyata

Nama yang dicantumkan sebagai penulis harus benar-benar berkontribusi terhadap artikel dan memenuhi kriteria authorship jurnal.

6. Satu institusi saja = nilai 0

Jika asal penulis hanya berasal dari satu institusi dalam pola penilaian yang diperiksa, jurnal berada pada kategori nilai terendah.

Afiliasi wajib valid dan terverifikasi. Nama institusi dan negara harus dapat ditelusuri dan konsisten dengan identitas penulis.
Identitas fiktif atau pencatutan: afiliasi/identitas yang tidak sah atau dicantumkan secara manipulatif dapat menyebabkan indikator ini dinilai pada kategori terendah.
Perubahan authorship setelah accepted: penambahan penulis pasca-accepted tanpa alasan yang jelas, logis, dan dapat dipertanggungjawabkan tidak diakui sebagai dasar keberagaman penulis.

2. Bobot dan Kriteria Penilaian

6
Keberagaman Internasional Tinggi
  • ≥5 negara
  • Konsisten pada periode 3 tahun terakhir
4
Keberagaman Internasional / Jalur Khusus
  • ≥2 negara atau ≥8 institusi*
  • Konsisten pada periode 3 tahun terakhir
2
Keberagaman Institusi
  • ≥4 institusi
  • Periode 3 tahun terakhir
1
Keberagaman Terbatas
  • ≥2 institusi
  • Periode 3 tahun terakhir
0
Tidak Beragam
  • Hanya 1 institusi
  • Periode 3 tahun terakhir
NilaiKriteria Keberagaman Asal PenulisPeriode
6Penulis berasal dari ≥5 negara.3 tahun terakhir
4Penulis berasal dari ≥2 negara atau ≥8 institusi*.3 tahun terakhir
2Penulis berasal dari ≥4 institusi.3 tahun terakhir
1Penulis berasal dari ≥2 institusi.3 tahun terakhir
0Penulis hanya berasal dari 1 institusi.3 tahun terakhir
* Catatan khusus kriteria ≥8 institusi: jalur ≥8 institusi bukan alternatif umum untuk semua jurnal. Jalur ini khusus untuk jurnal dengan fokus sangat spesifik atau lokal tertentu yang secara karakter keilmuannya membuat diversitas negara secara wajar terbatas, misalnya jurnal yang secara khusus mengkaji wilayah, komunitas, bahasa, budaya, atau kekhasan lokal tertentu. Untuk jurnal dengan cakupan umum, keberagaman negara tetap menjadi acuan utama.

3. Penetapan Nilai B.4

Pilih nilai berdasarkan kondisi nyata keberagaman penulis pada nomor-nomor terbitan selama tiga tahun terakhir. Jangan memilih jalur ≥8 institusi kecuali jurnal memang memiliki fokus sangat spesifik/lokal sebagaimana catatan khusus di atas.

Jangan merekayasa indikator: afiliasi fiktif, pencatutan institusi, atau penambahan penulis pasca-accepted tanpa dasar akademik yang sah tidak boleh digunakan untuk meningkatkan nilai keberagaman.

4. Apa yang Sebaiknya Disiapkan?

Rekap Diversitas per Issue

Buat rekap diversitas untuk setiap nomor terbitan selama 3 tahun terakhir yang memuat jumlah dan asal negara, afiliasi/institusi, serta provinsi penulis di Indonesia. Rekap tersebut kemudian dicantumkan pada Issue Data → Description di OJS agar informasi keberagaman setiap nomor terbitan mudah ditelusuri dan diverifikasi.

Validasi afiliasi

Pastikan institusi penulis benar-benar ada, penulis terkait dengan institusi tersebut, dan penulisan afiliasinya konsisten.

Metadata artikel

Periksa metadata OJS/laman artikel agar nama penulis, institusi, dan negara tercatat lengkap dan sesuai dengan PDF.

Kebijakan authorship

Sediakan kriteria authorship dan prosedur perubahan penulis sebelum maupun sesudah acceptance.

Bukti tiga tahun

Jangan hanya menyiapkan satu issue terbaik. Data harus mencerminkan keseluruhan periode tiga tahun yang dinilai.

Justifikasi jalur khusus

Jika menggunakan kriteria ≥8 institusi, siapkan alasan yang menunjukkan bahwa jurnal memang memiliki fokus sangat spesifik/lokal sehingga diversitas negara secara wajar terbatas.

5. Hasil Sementara

Nilai Unsur B.4
– / 6
Pilih kriteria B.4 yang paling sesuai.
Subtotal Unsur B sementara
0 / 22
Akumulasi B.1 + B.2 + B.3 + B.4.
Tata Kelola sementara
0 / 46
Akumulasi A + unsur B yang sudah dinilai.
Total Akreditasi sementara
0 / 100
Peringkat final dihitung setelah seluruh unsur A–G selesai.
UNSUR B.5 — TATA KELOLA

B.5. Pengelolaan Artikel Jurnal Ilmiah

Unsur B.5 menilai apakah proses pengelolaan artikel dilakukan melalui sistem manajemen jurnal daring yang memungkinkan alur naskah ditelusuri secara utuh. Proses ideal mencakup submission, editorial screening, peer review, revision, editing, hingga publication di dalam sistem. Selain alur kerja, metadata artikel juga harus terstruktur dan dapat dibaca oleh mesin pengindeks. Bobot maksimal: 1 poin.

Inti penilaian: penggunaan OJS atau platform daring saja belum cukup. Yang dinilai adalah apakah proses editorial benar-benar dijalankan dan terdokumentasi di dalam sistem, bukan dipindahkan ke email atau proses manual.

1. Indikator Penilaian

1. Pengelolaan artikel melalui sistem daring

Naskah dikelola melalui sistem manajemen jurnal daring seperti OJS atau platform sejenis yang menyediakan rekam proses editorial.

2. Metadata ramah pengindeks

Metadata artikel terisi dengan benar dan terstruktur sehingga dapat dibaca mesin pengindeks, termasuk judul, penulis, afiliasi, abstrak, kata kunci, referensi, DOI, dan metadata relevan lainnya.

3. Alur pengelolaan lengkap

Proses submission, pemeriksaan awal, review, revisi, penyuntingan, produksi, dan penerbitan dapat ditelusuri melalui sistem.

4. Kombinasi sistem daring dan email menurunkan nilai

Jika sebagian proses penting dilakukan di luar sistem melalui email, rekam jejak editorial menjadi tidak utuh dan nilai pengelolaan menurun.

5. Pengelolaan manual menurunkan penilaian

Proses yang mengandalkan email, dokumen manual, atau komunikasi di luar platform tanpa rekaman yang memadai tidak menunjukkan tata kelola daring yang utuh.

6. Log aktivitas harus wajar dan dapat diverifikasi

Riwayat aktivitas di sistem perlu menunjukkan proses editorial yang logis. Aktivitas yang tidak wajar, dibuat sekaligus, atau tidak konsisten dengan proses penerbitan dapat memengaruhi penilaian.

2. Apa yang Diperiksa Asesor?

Submission

Naskah masuk melalui sistem dan memiliki tanggal submission serta metadata yang dapat ditelusuri.

Editorial Assignment

Terdapat editor yang ditugaskan menangani naskah dan aktivitas editorialnya tercatat.

Peer Review

Undangan reviewer, penerimaan tugas, file review/formulir, rekomendasi, dan keputusan dapat ditelusuri di sistem.

Revision

Versi revisi penulis dan respons terhadap reviewer/editor tersimpan sebagai bagian dari riwayat naskah.

Editing & Production

Copyediting, proofreading, galley, dan proses produksi dilakukan atau sekurang-kurangnya terdokumentasi secara jelas.

Publication & Metadata

Artikel diterbitkan dengan metadata lengkap, DOI aktif, galley/full text, serta data yang dapat dipanen atau dibaca pengindeks.

Kredensial Editor pada Tahap Pemeriksaan Awal menjadi penting: melalui akun editor, asesor dapat menelusuri apakah alur editorial yang dinyatakan jurnal memang benar-benar terjadi di dalam sistem.

3. Bobot dan Kriteria Penilaian

1Sistem Manajemen Jurnal Daring

Pengelolaan artikel berlangsung melalui sistem daring dengan rekam proses yang dapat ditelusuri dari submission sampai penerbitan.

0,5Kombinasi Sistem Daring + Email

Sistem daring digunakan, tetapi sebagian proses editorial penting masih dilakukan melalui email atau di luar sistem.

0Pengelolaan melalui Email Saja

Proses editorial pada dasarnya dilakukan melalui email/manual dan tidak tersedia rekam alur yang memadai dalam sistem jurnal.

NilaiKategoriKriteria Utama
1BaikPengelolaan artikel menggunakan sistem manajemen jurnal daring secara utuh.
0,5SebagianKombinasi sistem daring dan email/proses di luar sistem.
0Tidak MemadaiPengelolaan artikel dilakukan melalui email/manual saja.

4. Penetapan Nilai B.5

Pilih berdasarkan praktik aktual pengelolaan naskah. Jangan memilih nilai 1 hanya karena jurnal menggunakan OJS; seluruh proses penting harus benar-benar dijalankan dan dapat ditelusuri di dalam sistem.

5. Checklist Kesiapan B.5

Submission dilakukan melalui sistem jurnal
Editor assignment tercatat di sistem
Reviewer assignment tercatat di sistem
File/formulir hasil review tersimpan
Revisi penulis dapat ditelusuri
Keputusan editorial tercatat
Proses editing/production terdokumentasi
Metadata artikel lengkap dan ramah pengindeks
Catatan audit: periksa beberapa artikel dari setiap tahun dalam periode tiga tahun terakhir. Pastikan tanggal, assignment, review, revisi, keputusan, dan publikasi membentuk alur yang masuk akal serta tidak menunjukkan pola aktivitas yang dibuat hanya menjelang akreditasi.

6. Hasil Sementara

Nilai Unsur B.5
– / 1
Pilih kriteria B.5 yang paling sesuai.
Subtotal Unsur B sementara
0 / 22
Akumulasi B.1 + B.2 + B.3 + B.4 + B.5.
Tata Kelola sementara
0 / 46
Akumulasi A + unsur B yang sudah dinilai.
Total Akreditasi sementara
0 / 100
Peringkat final dihitung setelah seluruh unsur A–G selesai.
UNSUR C.1 — KELENGKAPAN LAMAN JURNAL ILMIAH

C.1. Kejelasan Kebijakan Proses Penelaahan (Peer-review Process Policy)

Unsur C.1 menilai kejelasan dan kelengkapan kebijakan proses peer review yang dipublikasikan pada laman jurnal. Kebijakan harus memungkinkan penulis, reviewer, pembaca, dan asesor memahami bagaimana naskah diperiksa sejak masuk hingga keputusan editorial. Bobot maksimal: 2 poin.

Bedakan kebijakan dan praktik: pada B.1–B.2 asesor menilai reviewer dan mutu proses penelaahan yang benar-benar terjadi. Pada C.1, fokus utamanya adalah apakah kebijakan peer review dijelaskan secara terbuka, lengkap, jelas, dan sesuai dengan praktik jurnal.

1. Apa yang Harus Dijelaskan dalam Peer-review Process Policy?

1. Tautan kebijakan tersedia untuk publik

Jurnal memiliki halaman khusus atau bagian yang mudah ditemukan untuk menjelaskan kebijakan dan prosedur peer review.

2. Tipe peer review

Nyatakan secara eksplisit model yang digunakan, misalnya double-blind, single-blind, atau model penelaahan lain yang benar-benar diterapkan.

3. Tahapan proses penelaahan

Jelaskan alur sejak pemeriksaan awal editor, penugasan reviewer, proses review, revisi, review ulang bila diperlukan, hingga keputusan editorial.

4. Kriteria dan kualifikasi reviewer

Terangkan dasar pemilihan reviewer, kesesuaian kepakaran, independensi, konflik kepentingan, serta persyaratan lain yang digunakan jurnal.

5. Jumlah reviewer dan batas waktu

Jelaskan jumlah reviewer yang digunakan untuk setiap naskah serta estimasi atau batas waktu proses penelaahan.

6. Kriteria penilaian naskah

Kebijakan sebaiknya menjelaskan aspek yang dinilai reviewer, seperti kebaruan, kontribusi ilmiah, metode, analisis, pembahasan, referensi, dan kesesuaian ruang lingkup.

7. Similaritas dan keputusan editorial

Jelaskan posisi pemeriksaan similaritas dalam alur editorial serta siapa yang mengambil keputusan akhir berdasarkan hasil review dan pertimbangan editorial.

8. Kerahasiaan dan konflik kepentingan

Jelaskan perlindungan naskah, kerahasiaan proses review, serta mekanisme ketika editor atau reviewer memiliki konflik kepentingan.

2. Ketentuan Penting yang Perlu Dihindari

Fast track yang menjanjikan accepted tidak dibenarkan.
Kebijakan percepatan proses tidak boleh menjamin bahwa artikel pasti diterima. Keputusan harus tetap didasarkan pada proses editorial dan peer review yang semestinya.
LOA tidak boleh diterbitkan sebelum artikel accepted.
Letter of Acceptance harus mencerminkan keputusan editorial yang telah benar-benar dibuat setelah proses evaluasi yang dipersyaratkan selesai.
Jangan hanya menulis “double-blind peer review”.
Penyebutan model review saja belum menjelaskan proses. Tahapan, reviewer, waktu, kriteria, revisi, dan keputusan editorial juga perlu diterangkan.
Kebijakan harus sesuai praktik.
Jangan menuliskan dua reviewer per artikel apabila dalam sistem jurnal praktiknya berbeda. Kebijakan publik dan bukti proses di OJS harus konsisten.
Prinsip etik: kebijakan peer review sebaiknya selaras dengan prinsip integritas editorial dan pedoman COPE, termasuk kerahasiaan, konflik kepentingan, independensi keputusan, dan penanganan dugaan pelanggaran.

3. Bobot dan Kriteria Penilaian

2Lengkap dan Jelas

Seluruh proses peer review dijelaskan dengan jelas: model review, tahapan, reviewer, kriteria, waktu, revisi, dan keputusan editorial.

1Sebagian Dijelaskan

Kebijakan tersedia, tetapi hanya sebagian unsur proses peer review yang diterangkan atau penjelasannya belum memadai.

0Tidak Tersedia / Tidak Jelas

Kebijakan tidak tersedia atau prinsip dasar proses peer review tidak dijelaskan.

NilaiKategoriKriteria
2LengkapSemua proses peer review dijelaskan secara jelas dan dapat diakses publik.
1SebagianHanya sebagian proses peer review dijelaskan.
0Tidak MemenuhiKebijakan tidak tersedia atau prinsip dasar peer review tidak dijelaskan.

4. Penetapan Nilai C.1

Pilih nilai berdasarkan isi kebijakan yang saat ini benar-benar tersedia pada laman jurnal, bukan berdasarkan prosedur yang hanya diketahui oleh pengelola.

5. Checklist Kelengkapan C.1

URL/halaman Peer-review Process Policy tersedia publik
Tipe review dijelaskan
Tahapan proses review dijelaskan
Jumlah reviewer per naskah dijelaskan
Kualifikasi/pemilihan reviewer dijelaskan
Kriteria penilaian reviewer dijelaskan
Batas waktu/estimasi proses dijelaskan
Revisi dan keputusan editorial dijelaskan
Kerahasiaan & konflik kepentingan dijelaskan
Kebijakan sesuai dengan praktik di sistem jurnal

6. Apa yang Sebaiknya Disiapkan?

Halaman khusus Peer Review

Sediakan satu URL publik yang memuat kebijakan proses penelaahan secara utuh dan mudah ditemukan dari menu jurnal.

Sinkronkan dengan OJS

Bandingkan kebijakan dengan workflow aktual: jumlah reviewer, waktu review, keputusan, dan mekanisme revisi harus sesuai dengan bukti di sistem.

Perjelas keputusan editorial

Nyatakan bahwa reviewer memberikan rekomendasi, sedangkan keputusan akhir penerimaan/penolakan berada pada editor sesuai kebijakan jurnal.

Audit bahasa kebijakan

Hapus klaim yang menjanjikan acceptance, fast-track accepted, atau penerbitan LOA sebelum keputusan acceptance benar-benar dibuat.

7. Hasil Sementara

Nilai Unsur C.1
– / 2
Pilih kriteria C.1 yang paling sesuai.
Subtotal Unsur C sementara
0 / 7
Saat ini baru C.1 yang dinilai.
Tata Kelola sementara
0 / 46
Akumulasi A + B + C.1.
Total Akreditasi sementara
0 / 100
Peringkat final dihitung setelah seluruh unsur A–G selesai.
UNSUR C.2 — KELENGKAPAN LAMAN JURNAL ILMIAH

C.2. Kejelasan Petunjuk Penulisan bagi Penulis (Author Guidelines)

Unsur C.2 menilai apakah jurnal menyediakan petunjuk penulisan yang jelas, rinci, substantif, dan sistematis bagi penulis. Author Guidelines harus menjelaskan bagaimana naskah disusun sesuai karakter ilmiah dan gaya selingkung jurnal, bukan hanya menerangkan cara melakukan submission melalui OJS. Bobot maksimal: 1 poin.

Prinsip utama: Author Guidelines dan article template saling melengkapi tetapi tidak sama. Guideline menjelaskan aturan dan substansi penulisan, sedangkan template membantu penulis menerapkan aturan tersebut dalam format naskah.

1. Apa yang Dinilai?

1. Guideline jelas dan rinci di laman jurnal

Petunjuk tersedia secara publik, mudah ditemukan, dan menjelaskan persyaratan penulisan secara cukup rinci.

2. Menjelaskan isi tiap bagian artikel

Tidak cukup hanya menyebut “Pendahuluan, Metode, Hasil, Pembahasan”. Guideline sebaiknya menjelaskan apa yang harus ditulis pada masing-masing bagian.

3. Substantif dan sistematis

Petunjuk membantu penulis menghasilkan artikel ilmiah sesuai karakter jurnal, bukan sekadar daftar teknis ukuran huruf, margin, atau jumlah halaman.

4. Sistematika penulisan

Jelaskan struktur naskah yang digunakan jurnal, termasuk judul, abstrak, kata kunci, pendahuluan, metode, hasil/pembahasan, kesimpulan, dan bagian lain yang diwajibkan.

5. Referencing style

Gaya sitasi dan daftar pustaka harus disebutkan secara jelas dan konsisten, termasuk contoh bila diperlukan.

6. Contoh atau template artikel

Template yang sesuai dengan guideline membantu penulis memahami implementasi struktur, format, sitasi, tabel, gambar, dan bagian artikel lainnya.

2. Isi Author Guidelines yang Sebaiknya Tersedia

Jenis dan ruang lingkup manuskrip

Jelaskan jenis artikel yang diterima serta karakter naskah yang sesuai dengan fokus dan scope jurnal.

Judul, abstrak, dan kata kunci

Berikan ketentuan dan fungsi masing-masing bagian, termasuk bahasa, panjang, dan unsur penting yang perlu dimuat.

Pendahuluan

Jelaskan kebutuhan latar belakang, state of the art/literatur relevan, gap penelitian, kebaruan atau kontribusi, dan tujuan penelitian.

Metode

Jelaskan informasi minimum yang harus disampaikan agar desain, data, prosedur, instrumen, analisis, dan aspek etik penelitian dapat dipahami.

Hasil dan Pembahasan

Jelaskan ekspektasi penyajian temuan, analisis, interpretasi, dialog dengan penelitian terdahulu, dan kontribusi ilmiah.

Kesimpulan

Terangkan bahwa kesimpulan harus menjawab tujuan/pertanyaan penelitian dan menegaskan kontribusi, implikasi, atau keterbatasan bila relevan.

Sitasi dan referensi

Nyatakan referencing style, konsistensi bibliografi, penggunaan sumber primer/relevan, serta aplikasi manajemen referensi bila diwajibkan.

Elemen tambahan

Bila berlaku, jelaskan tabel/gambar, acknowledgments, funding, conflict of interest, author contributions, data availability, dan deklarasi penggunaan AI.

3. Yang Tidak Cukup Disebut Author Guidelines

Hanya tutorial submission OJS.
Petunjuk seperti registrasi, login, klik “New Submission”, dan unggah file adalah panduan submission, bukan petunjuk substantif penulisan artikel.
Hanya menyediakan template.
Template tanpa halaman Author Guidelines yang menjelaskan prinsip dan isi penulisan dapat dinilai tidak memadai.
Hanya aturan format.
Ketentuan font, margin, spasi, jumlah halaman, dan format file penting, tetapi belum cukup jika tidak menjelaskan struktur dan substansi artikel.
Guideline dan template tidak sinkron.
Struktur, referencing style, format judul, abstrak, tabel, dan elemen lain harus konsisten antara laman guideline dan template terbaru.

4. Bobot dan Kriteria Penilaian

1Rinci, Lengkap, dan Jelas

Guideline substantif dan sistematis tersedia di laman jurnal serta dilengkapi contoh/template artikel yang sesuai.

0,5Lengkap tetapi Tanpa Contoh/Template

Guideline sudah rinci, lengkap, dan jelas di laman jurnal, tetapi belum dilengkapi contoh atau template artikel.

0Kurang Lengkap / Kurang Jelas

Guideline tidak memadai; atau hanya template yang tersedia tanpa petunjuk penulisan yang jelas.

NilaiKategoriKriteria Utama
1Lengkap + TemplateRinci, lengkap, jelas, substantif, sistematis, tersedia di laman jurnal, dan ada contoh/template artikel.
0,5LengkapRinci, lengkap, dan jelas di laman jurnal, tetapi tanpa contoh/template artikel.
0Tidak MemadaiKurang lengkap/kurang jelas, atau template tersedia tetapi Author Guidelines tidak tersedia/memadai.

5. Penetapan Nilai C.2

Pilih berdasarkan kondisi Author Guidelines yang saat ini dapat diakses publik. Keberadaan template saja tidak otomatis memenuhi unsur ini.

6. Checklist Kelengkapan C.2

Halaman Author Guidelines tersedia publik
Jenis manuskrip dijelaskan
Struktur artikel dijelaskan
Isi/substansi tiap bagian artikel dijelaskan
Ketentuan abstrak dan kata kunci dijelaskan
Referencing style dijelaskan
Ketentuan tabel/gambar dijelaskan
Deklarasi/elemen tambahan dijelaskan bila berlaku
Template/contoh artikel tersedia
Isi guideline dan template konsisten

7. Apa yang Sebaiknya Disiapkan?

Author Guidelines lengkap

Bangun halaman yang menjelaskan tidak hanya format tetapi juga ekspektasi substansi setiap bagian artikel.

Template artikel terbaru

Sediakan template yang dapat digunakan penulis dan pastikan seluruh komponennya identik dengan aturan pada guideline.

Contoh penulisan

Untuk bagian yang sering keliru, berikan contoh singkat seperti format sitasi, tabel, gambar, heading, atau deklarasi.

Audit konsistensi

Bandingkan Author Guidelines, template, submission checklist, dan artikel terbaru agar tidak terdapat aturan yang saling bertentangan.

Target nilai 1: pembaca yang baru pertama kali akan mengirim artikel seharusnya dapat memahami apa yang harus ditulis, bagaimana struktur artikelnya, bagaimana gaya sitasinya, dan dapat mengunduh template yang sesuai hanya dari laman jurnal.

8. Hasil Sementara

Nilai Unsur C.2
– / 1
Pilih kriteria C.2 yang paling sesuai.
Subtotal Unsur C sementara
0 / 7
Akumulasi C.1 + C.2.
Tata Kelola sementara
0 / 46
Akumulasi A + B + C.1 + C.2.
Total Akreditasi sementara
0 / 100
Peringkat final dihitung setelah seluruh unsur A–G selesai.
UNSUR C.3 — KELENGKAPAN LAMAN JURNAL ILMIAH

C.3. Kebijakan Penggunaan Kecerdasan Artifisial (AI Policy)

Unsur C.3 menilai apakah jurnal mempunyai kebijakan penggunaan kecerdasan artifisial yang jelas, tersedia di laman jurnal, dan mengatur penggunaan AI oleh pihak-pihak yang terlibat dalam publikasi ilmiah. Kebijakan tidak cukup hanya menyatakan bahwa AI “boleh” atau “dilarang”; jurnal perlu menjelaskan batas penggunaan, kewajiban pengungkapan, kerahasiaan naskah, dan tanggung jawab manusia. Bobot maksimal: 1 poin.

Prinsip kunci: AI bukan penulis dan tidak dapat mengambil tanggung jawab akademik. Penulis dan editor tetap bertanggung jawab atas akurasi, orisinalitas, integritas, keputusan, dan isi akhir naskah.

1. Apa yang Dinilai?

1. Kebijakan AI tersedia di laman jurnal

Harus ada halaman atau bagian kebijakan yang dapat diakses publik dan secara eksplisit menjelaskan penggunaan AI dalam proses publikasi.

2. Penggunaan AI oleh penulis wajib diungkap

Jika AI digunakan dalam proses penulisan atau penyempurnaan naskah sesuai kebijakan jurnal, penggunaannya perlu dinyatakan secara transparan, termasuk alat dan tujuan penggunaannya.

3. Penggunaan AI oleh Tim Editor diatur dan diungkap

Kebijakan perlu mengatur penggunaan AI oleh editor serta memastikan bahwa keputusan editorial dan tanggung jawab evaluasi tetap berada pada manusia.

4. AI tidak boleh menggantikan Mitra Bestari

Reviewer tidak boleh menyerahkan fungsi penelaahan substantif kepada AI. Penilaian ilmiah, rekomendasi, dan tanggung jawab review harus dilakukan oleh reviewer manusia.

5. Kerahasiaan manuskrip harus dijaga

Naskah yang belum dipublikasikan tidak boleh diunggah ke aplikasi AI yang tidak menjamin kerahasiaan, keamanan data, dan perlindungan materi yang sedang ditelaah.

6. Tanggung jawab tetap pada manusia

Penulis bertanggung jawab atas isi naskah; editor bertanggung jawab atas proses dan keputusan editorial; reviewer bertanggung jawab atas kualitas penelaahannya.

2. Empat Komponen Utama untuk Nilai Maksimal

A. AI Policy tersedia

Kebijakan khusus penggunaan AI dipublikasikan secara jelas pada laman jurnal dan mudah ditemukan.

B. Aturan untuk Penulis

Menjelaskan penggunaan AI yang diperbolehkan/tidak diperbolehkan, kewajiban disclosure, dan bahwa AI tidak dapat dicantumkan sebagai author.

C. Aturan untuk Tim Editor

Menjelaskan batas penggunaan AI oleh editor, perlindungan kerahasiaan naskah, dan bahwa keputusan editorial tetap dibuat oleh manusia.

D. Larangan AI bagi Mitra Bestari

Reviewer tidak menggunakan AI untuk menggantikan penelaahan substantif dan tidak mengunggah manuskrip rahasia ke layanan AI yang tidak terjamin kerahasiaannya.

Target 1 poin: kebijakan sebaiknya mencakup keempat dimensi tersebut secara eksplisit, bukan hanya pernyataan umum tentang penggunaan AI.

3. Hal yang Perlu Ditegaskan dalam AI Policy

AI bukan Penulis

AI tidak memenuhi syarat authorship karena tidak dapat mengambil tanggung jawab, memberikan persetujuan akhir, atau mempertanggungjawabkan integritas karya.

Disclosure penggunaan AI

Kebijakan dapat meminta penulis menyebutkan nama alat AI dan tujuan penggunaannya, misalnya untuk perbaikan bahasa, penyuntingan, atau fungsi lain yang diperbolehkan jurnal.

AI tidak boleh menghasilkan atau memalsukan data

AI tidak boleh digunakan untuk menciptakan data penelitian, hasil eksperimen, kutipan, referensi, atau bukti ilmiah yang kemudian disajikan sebagai data autentik.

Verifikasi oleh manusia

Setiap keluaran AI yang digunakan harus diperiksa oleh manusia untuk memastikan akurasi, referensi, orisinalitas, bias, dan kesesuaiannya dengan etika penelitian.

Kerahasiaan proses editorial

Editor dan reviewer menangani manuskrip yang bersifat rahasia. Materi tersebut tidak boleh dimasukkan ke sistem AI dengan cara yang melanggar kerahasiaan atau hak penulis.

Keputusan editorial tetap manusia

AI dapat menjadi alat bantu bila kebijakan mengizinkan, tetapi tidak boleh menjadi pengambil keputusan menerima, merevisi, atau menolak manuskrip.

4. Bobot dan Kriteria Penilaian

1Lengkap

Kebijakan AI tersedia; mengatur disclosure oleh penulis; penggunaan oleh tim editor; dan larangan/pembatasan penggunaan AI oleh Mitra Bestari.

0,5Ada tetapi Belum Lengkap

Kebijakan tersedia, tetapi baru mengatur sebagian pihak atau sebagian aspek penggunaan AI.

0Tidak Tersedia

Tidak ada AI Policy, atau hanya ada pernyataan umum tanpa ketentuan penggunaan AI yang jelas.

NilaiKategoriKriteria Utama
1LengkapAI Policy tersedia dan secara jelas mengatur Penulis, Tim Editor, serta Mitra Bestari, termasuk transparansi dan kerahasiaan.
0,5Belum LengkapKebijakan AI tersedia tetapi hanya mengatur sebagian aspek atau pihak.
0Tidak MemadaiKebijakan tidak tersedia atau hanya berupa pernyataan umum tanpa aturan AI yang jelas.

5. Penetapan Nilai C.3

Pilih kondisi yang paling sesuai dengan AI Policy yang saat ini tampil dan dapat diakses publik pada laman jurnal.

6. Checklist Kesiapan C.3

AI Policy tersedia di laman jurnal
AI tidak diperbolehkan sebagai author
Aturan penggunaan AI oleh penulis dijelaskan
Disclosure penggunaan AI oleh penulis diwajibkan
Jenis/tujuan penggunaan AI yang diperbolehkan dijelaskan
Penggunaan AI oleh Tim Editor diatur
Mitra Bestari tidak boleh menggantikan review substantif dengan AI
Kerahasiaan manuskrip dalam penggunaan AI diatur
Keputusan editorial ditegaskan tetap oleh manusia
Penulis/editor tetap bertanggung jawab atas hasil penggunaan AI

7. Apa yang Sebaiknya Disiapkan?

Halaman AI Policy khusus

Sediakan URL publik yang secara khusus menjelaskan kebijakan AI dan tautkan dari menu kebijakan jurnal.

Format deklarasi AI

Sediakan contoh pernyataan yang dapat digunakan penulis untuk menyebut alat AI, versi bila relevan, dan tujuan penggunaannya.

Aturan internal editor

Pastikan tim editorial memahami batas penggunaan AI, khususnya terkait kerahasiaan manuskrip dan keputusan editorial.

Instruksi kepada reviewer

Masukkan larangan/pembatasan AI dan kewajiban menjaga kerahasiaan ke dalam Reviewer Guidelines atau Peer Review Policy.

Perhatian: jangan hanya membuat kebijakan untuk memenuhi laman. Praktik editorial, instruksi reviewer, deklarasi penulis, dan proses di OJS harus konsisten dengan AI Policy yang dipublikasikan.

8. Hasil Sementara

Nilai Unsur C.3
– / 1
Pilih kriteria C.3 yang paling sesuai.
Subtotal Unsur C sementara
0 / 7
Akumulasi C.1 + C.2 + C.3.
Tata Kelola sementara
0 / 46
Akumulasi A + B + C.1 + C.2 + C.3.
Total Akreditasi sementara
0 / 100
Peringkat final dihitung setelah seluruh unsur A–G selesai.
UNSUR C.4 — KELENGKAPAN LAMAN JURNAL ILMIAH

C.4. Kelengkapan Laman Jurnal Ilmiah

Unsur C.4 menilai seberapa lengkap laman jurnal memenuhi prinsip transparansi dan praktik terbaik publikasi ilmiah. Penilaian dilakukan berdasarkan persentase pemenuhan 16 komponen informasi jurnal. Bobot maksimal: 3 poin.

Cara menggunakan evaluasi ini: centang setiap komponen yang benar-benar tersedia, jelas, konsisten, dan dapat diakses pada laman jurnal. Aplikasi akan menghitung persentase pemenuhan dan mengonversinya otomatis menjadi nilai C.4.

1. Enam Belas Komponen yang Diperiksa

a. ISSN

e-ISSN dan/atau p-ISSN ditampilkan dengan jelas dan konsisten dengan identitas resmi jurnal.

b. Aim & Scope

Tujuan, ruang lingkup, bidang ilmu, dan fokus publikasi jurnal dijelaskan secara spesifik.

c. Jenis Manuskrip

Jenis naskah yang diterima jurnal dinyatakan jelas, misalnya research article, review article, atau jenis lain yang relevan.

d. Jadwal Penerbitan

Frekuensi dan bulan/jadwal terbit dicantumkan secara eksplisit dan sesuai dengan praktik penerbitan.

e. Akses

Model akses jurnal dijelaskan, termasuk kebijakan open access atau ketentuan akses lainnya.

f. Informasi Kontak

Alamat institusi/penerbit serta kanal kontak jurnal yang valid tersedia dan mudah ditemukan.

g. Hak Cipta

Kebijakan copyright menjelaskan kepemilikan hak cipta dan hak penulis/penerbit secara transparan.

h. Lisensi

Jenis lisensi publikasi dinyatakan secara jelas dan konsisten pada laman maupun artikel.

i. Kepemilikan & Pengelolaan

Identitas pemilik, penerbit, dan/atau institusi pengelola jurnal dijelaskan secara transparan.

j. Kriteria Kepengarangan

Kriteria authorship dan tanggung jawab penulis dijelaskan, termasuk pencegahan guest, gift, atau ghost authorship.

k. Pelanggaran Riset

Tersedia kebijakan penanganan research misconduct, fabrikasi, falsifikasi, atau pelanggaran integritas penelitian lainnya.

l. Diskusi Pasca-Publikasi

Jurnal menjelaskan mekanisme kritik, komentar, koreksi, atau diskusi ilmiah setelah artikel diterbitkan.

m. Koreksi & Retraksi

Kebijakan correction, retraction, withdrawal, atau mekanisme perbaikan rekam ilmiah tersedia.

n. Pengarsipan Elektronik

Jurnal menjelaskan sistem preservasi/arsip digital untuk menjamin keberlanjutan akses terhadap konten.

o. Konflik Kepentingan

Kebijakan conflict of interest bagi penulis, editor, dan/atau reviewer tersedia secara jelas.

p. Kebijakan Plagiasi

Kebijakan plagiarism/similarity screening tersedia dan menjelaskan proses penanganannya secara transparan.

2. Checklist Otomatis 16 Komponen

Centang hanya jika informasinya benar-benar tersedia dan memadai pada laman jurnal.

a. ISSN
b. Aim & Scope
c. Jenis Manuskrip
d. Jadwal Penerbitan
e. Akses
f. Informasi Kontak
g. Hak Cipta
h. Lisensi
i. Kepemilikan & Pengelolaan
j. Kriteria Kepengarangan
k. Pelanggaran Riset
l. Diskusi Pasca-Publikasi
m. Koreksi & Retraksi
n. Pengarsipan Elektronik
o. Konflik Kepentingan
p. Kebijakan Plagiasi
Pemenuhan komponen C.4
0 / 16
0% komponen terpenuhi

3. Bobot dan Kriteria Penilaian

3100% Sesuai

Seluruh 16 komponen terpenuhi.

2≥75% dan <100%

Sedikitnya 12 dari 16 komponen terpenuhi, tetapi belum seluruhnya.

1≥50% dan <75%

Sedikitnya 8 tetapi kurang dari 12 komponen terpenuhi.

0<50% Sesuai

Kurang dari 8 dari 16 komponen terpenuhi.

Jumlah terpenuhiPersentaseNilai C.4
16 dari 16100%3
12–15 dari 16≥75% dan <100%2
8–11 dari 16≥50% dan <75%1
0–7 dari 16<50%0
Catatan: karena terdapat 16 komponen, batas praktisnya adalah 16 komponen untuk nilai 3; minimal 12 untuk nilai 2; minimal 8 untuk nilai 1; dan 0–7 untuk nilai 0.

4. Catatan Penting Penilaian

Bukan sekadar ada menu

Komponen dinilai dari keberadaan informasi yang nyata dan dapat dipahami. Menu kosong, tautan mati, atau halaman yang tidak menjelaskan kebijakan secara memadai berisiko tidak dianggap memenuhi.

Konsisten dengan praktik

Informasi pada laman harus sesuai dengan praktik jurnal, metadata, artikel yang diterbitkan, dan proses editorial.

Satu tampilan laman tidak boleh bilingual

Jika jurnal menyediakan lebih dari satu bahasa, kelola tampilan bahasa secara jelas; hindari pencampuran dua bahasa dalam satu tampilan kebijakan yang membuat informasi tidak konsisten.

Identitas visual jurnal

Desain sampul dan tampilan jurnal sebaiknya memiliki identitas yang khas dan tidak menimbulkan kebingungan dengan jurnal lain.

5. Penetapan Nilai C.4

Nilai di bawah dihitung otomatis dari checklist 16 komponen. Dengan demikian evaluasi diri lebih objektif dan tidak perlu memilih skor secara manual.

Nilai Unsur C.4
0 / 3
Kurang dari 50% komponen terpenuhi.

6. Strategi Mencapai Nilai Maksimal

Audit laman satu per satu

Gunakan 16 checklist di atas sebagai audit internal. Jangan hanya memeriksa menu utama; buka dan baca isi setiap halaman.

Satukan kebijakan yang tersebar

Informasi boleh berada pada halaman berbeda, tetapi harus mudah ditemukan dan tidak saling bertentangan.

Periksa tautan dari ARJUNA

Pastikan URL yang dimasukkan pada borang mengarah langsung ke halaman kebijakan yang benar, bukan sekadar homepage.

Lakukan audit sebelum pengajuan

Periksa kembali seluruh halaman menggunakan browser tanpa login agar kondisi yang dilihat asesor sama dengan yang dilihat pengelola.

Target nilai 3: seluruh 16 dari 16 komponen tersedia, jelas, konsisten, dapat diakses publik, dan sesuai dengan praktik jurnal.

7. Hasil Sementara

Subtotal Unsur C sementara
0 / 7
Akumulasi C.1 + C.2 + C.3 + C.4.
Tata Kelola sementara
0 / 46
Akumulasi A + B + C sampai C.4.
Total Akreditasi sementara
0 / 100
Peringkat final dihitung setelah seluruh unsur A–G selesai.
UNSUR D.1 — PENILAIAN TATA KELOLA

D.1. Jadwal Penerbitan

Menilai ketepatan penerbitan jurnal terhadap frekuensi dan jadwal terbit yang telah ditetapkan berdasarkan rekam penerbitan selama 3 tahun terakhir. Bobot maksimal: 2 poin.

Prinsip utama: jadwal penerbitan bukan sekadar tertulis pada laman. Asesor melihat apakah nomor terbitan benar-benar muncul sesuai periode yang dijanjikan.

1. Indikator Penilaian

Jadwal terbit jelas

Frekuensi dan bulan/periode penerbitan dicantumkan pada laman jurnal.

Terbit sesuai periode

Nomor terbitan dalam 3 tahun terakhir konsisten dengan jadwal yang ditetapkan.

Proses berkelanjutan

Naskah diproses kontinu dan tidak menunggu mendekati tanggal penerbitan.

Back issue tidak dimanipulasi

Artikel tidak disisipkan kemudian ke nomor yang sudah resmi diterbitkan.

2. Pra-Publikasi

BentukKetentuan
Issue in Progress / Online FirstVersi akhir PDF; dapat digunakan sebagai pra-publikasi.
Article in Press / Accepted ManuscriptFull text wajib tersedia; belum merupakan versi akhir penerbitan.
Abstract OnlyTidak diterima sebagai pra-publikasi.
Dilarang: menyisipkan artikel ke nomor terbitan yang sudah resmi terbit (back issue).

3. Audit Penerbitan 3 Tahun Terakhir

Masukkan jumlah nomor yang seharusnya terbit dan jumlah yang benar-benar terbit sesuai periode.

Persentase sesuai periode
0%
Masukkan data 3 tahun terakhir.

4. Bobot dan Kriteria Penilaian

NilaiKriteria
2Article in Press dan/atau Issue in Progress; seluruh terbitan sesuai periode.
1,5>75% terbitan sesuai periode.
1>25%–75% terbitan sesuai periode.
0,5≤25% terbitan sesuai periode.
0Abstract only dan/atau back issue.

5. Pemeriksaan Kondisi Khusus

Menggunakan Article in Press dan/atau Issue in Progress secara benar.
Frekuensi dan jadwal terbit tercantum jelas pada laman jurnal.
Menggunakan abstract only sebagai pra-publikasi.
Ditemukan penyisipan artikel pada back issue.

6. Penetapan Nilai D.1

Nilai Unsur D.1
0 / 2
Masukkan data audit penerbitan.

7. Catatan Praktis

Nyatakan bulan terbit

Misalnya June and December, bukan hanya “twice a year”.

Jaga tanggal publikasi

Metadata issue dan artikel harus mencerminkan waktu penerbitan yang sebenarnya.

Continuous workflow

Submission, review, editing, dan production berjalan sepanjang tahun.

Back issue harus final

Setelah issue resmi terbit, jangan menambah artikel baru untuk memperbaiki kuota atau keberkalaan.

8. Hasil Sementara

Subtotal Unsur D
0 / 3
Tata Kelola sementara
0 / 46
Total Akreditasi sementara
0 / 100
UNSUR D.2 — PENILAIAN TATA KELOLA

D.2. Sistem Penomoran Volume, Nomor Terbitan, dan Nomor Halaman / Identitas Artikel

Unsur D.2 menilai apakah jurnal memiliki sistem penomoran yang baku dan konsisten untuk volume, nomor terbitan, serta halaman atau identitas unik artikel. Pemeriksaan dilakukan pada terbitan selama 3 tahun terakhir. Bobot maksimal: 1 poin.

Prinsip utama: sistem identifikasi terbitan harus mudah dipahami, konsisten antarissue, dan tidak berubah-ubah tanpa alasan yang jelas.

1. Indikator Penilaian

Volume dan nomor memakai angka Arab

Gunakan format seperti Vol. 10 No. 2, bukan angka Romawi seperti Vol. X No. II.

Sistem konsisten

Pola volume, nomor terbitan, halaman, atau identitas artikel digunakan secara konsisten selama 3 tahun terakhir.

Penomoran halaman baku

Jika jurnal menggunakan pagination, sistem halaman harus jelas dan diterapkan secara konsisten pada artikel.

Identitas unik artikel diperbolehkan

Jurnal dapat menggunakan article number, eLocator, atau identitas unik artikel sebagai pengganti nomor halaman.

Catatan: penggunaan identitas artikel bukan kekurangan. Yang dinilai adalah apakah sistem tersebut baku, jelas, dan konsisten.

2. Penomoran Halaman atau Identitas Artikel

ModelPraktik yang Baik
PaginationNomor halaman digunakan secara sistematis. Pada volume baru, sistem halaman dimulai kembali dari halaman 1 dan selanjutnya mengikuti pola jurnal secara konsisten.
Article Number / eLocatorSetiap artikel memiliki identitas unik yang stabil dan dapat digunakan sebagai pengganti rentang halaman.
Sistem campuranDapat digunakan jika memiliki alasan dan pola yang jelas, tetapi perubahan yang tidak konsisten antarartikel atau antarissue dapat menurunkan penilaian.

3. Checklist Pemeriksaan 3 Tahun Terakhir

Volume dan nomor terbitan menggunakan angka Arab.
Penomoran volume berurutan dan konsisten.
Penomoran nomor terbitan/issue berurutan dan konsisten.
Setiap artikel memiliki nomor halaman atau identitas artikel yang jelas.
Sistem diterapkan secara konsisten selama 3 tahun terakhir.
Tidak ditemukan perubahan pola penomoran yang membingungkan atau tidak dapat dijelaskan.

4. Pilih Kondisi Jurnal

Pilih satu kondisi yang paling sesuai dengan praktik penomoran jurnal selama 3 tahun terakhir.

5. Bobot dan Kriteria Penilaian

NilaiKriteria
1Bersistem baik dan konsisten selama 3 tahun terakhir.
0,5Cukup baik dan/atau cukup konsisten selama 3 tahun terakhir.
0Kurang baik dan/atau kurang konsisten selama 3 tahun terakhir.

6. Penetapan Nilai D.2

Nilai Unsur D.2
0 / 1
Pilih kondisi jurnal pada bagian di atas.

7. Catatan Praktis

Gunakan format sederhana

Format seperti Vol. 12 No. 1 (2026) lebih mudah dibaca dan diolah oleh sistem pengindeks.

Jangan berganti pola tanpa kebutuhan

Jika jurnal beralih dari pagination ke eLocator, tetapkan titik transisi yang jelas dan terapkan sistem baru secara konsisten.

Periksa PDF dan metadata

Identitas volume, issue, tahun, halaman/eLocator pada PDF sebaiknya sesuai dengan metadata artikel di OJS.

eLocator diperbolehkan

Nomor artikel yang unik dan stabil dapat menggantikan nomor halaman; tidak perlu memaksakan pagination jika jurnal menggunakan article number.

8. Hasil Sementara

Subtotal Unsur D
0 / 3
Akumulasi D.1 + D.2.
Tata Kelola sementara
0 / 46
Akumulasi unsur tata kelola yang sudah diisi.
Total Akreditasi sementara
0 / 100
Peringkat final dihitung setelah seluruh unsur A–G selesai.
UNSUR E.1 — PENILAIAN TATA KELOLA

E.1. Dampak Ilmiah — Jumlah Sitasi

Unsur E.1 menilai dampak ilmiah jurnal melalui jumlah sitasi yang dapat diverifikasi. Data dapat bersumber dari pengindeks internasional dan/atau basis data DOI, dengan periode penilaian 3 tahun terakhir. Bobot maksimal: 6 poin.

Prinsip utama: sitasi digunakan sebagai indikator keterpakaian karya ilmiah. Bukan sekadar jumlah yang tinggi, data sitasi juga harus dapat diverifikasi dan menunjukkan pola yang wajar.

1. Indikator Penilaian

Sitasi sebagai indikator dampak

Semakin banyak artikel jurnal digunakan dan dirujuk oleh karya ilmiah lain, semakin terlihat dampak akademiknya.

Sumber data terverifikasi

Gunakan data dari pengindeks internasional dan/atau basis data DOI yang dapat diperiksa.

Periode 3 tahun terakhir

Jumlah sitasi yang dimasukkan harus mengikuti periode penilaian yang ditetapkan, bukan keseluruhan sitasi sepanjang umur jurnal.

Kewajaran pola sitasi

Lonjakan, pola sitasi berulang, atau konsentrasi sitasi yang tidak wajar dapat menjadi perhatian dalam penilaian.

2. Masukkan Data Sitasi 3 Tahun Terakhir

Masukkan data pada salah satu atau kedua sumber. Sistem menggunakan nilai tertinggi yang memenuhi kriteria berdasarkan jalur pengindeks internasional dan/atau basis data DOI.

Isi 0 jika tidak ada sitasi yang dapat diverifikasi dari jalur ini.

Isi 0 jika tidak ada sitasi yang dapat diverifikasi dari jalur ini.

Data sitasi di atas dapat diverifikasi secara memadai.

3. Bobot dan Kriteria Penilaian

NilaiPengindeks InternasionalBasis Data DOI
6>25 sitasi>75 sitasi
420–25 sitasi31–75 sitasi
310–19 sitasi11–30 sitasi
25–9 sitasi5–10 sitasi
1<5 sitasi<5 sitasi
0Jumlah sitasi 3 tahun terakhir tidak dapat diverifikasi secara memadai.
Catatan pembacaan: kriteria menggunakan kata dan/atau. Karena itu, apabila data tersedia pada kedua jalur, aplikasi mengambil skor tertinggi yang sah dari salah satu jalur.

4. Hasil Perhitungan Otomatis

Skor dari Pengindeks Internasional
0 / 6
Masukkan jumlah sitasi.
Skor dari Basis Data DOI
0 / 6
Masukkan jumlah sitasi.

5. Pemeriksaan Integritas Sitasi

Ditemukan pola sitasi yang tidak wajar atau memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.
Ditemukan permintaan sitasi yang tidak wajar oleh editor.
Peringatan: pola sitasi tidak wajar atau permintaan sitasi yang tidak semestinya oleh editor dapat berpotensi menyebabkan nilai lebih rendah dan menjadi persoalan integritas editorial. Aplikasi menampilkan peringatan ini, tetapi tidak mengurangi skor otomatis karena keputusan akhir berada pada asesor.

6. Penetapan Nilai E.1

Nilai Unsur E.1
0 / 6
Nilai belum dihitung: konfirmasikan bahwa data sitasi dapat diverifikasi.

7. Bukti yang Sebaiknya Disiapkan

Rekap jumlah sitasi untuk 3 tahun terakhir.
Tautan/profil sumber sitasi yang dapat diperiksa.
Daftar artikel jurnal yang memperoleh sitasi.
Data telah diperiksa agar tidak memasukkan sitasi di luar periode penilaian.

8. Catatan Praktis

Gunakan periode yang sama

Jangan mencampurkan total sitasi sepanjang masa dengan sitasi yang khusus masuk dalam 3 tahun terakhir.

Simpan bukti akses

Catat sumber dan waktu pengambilan data agar angka yang diajukan dapat ditelusuri kembali.

Audit pola sitasi

Periksa konsentrasi sitasi dari jurnal sendiri, kelompok penulis tertentu, atau pola timbal balik yang tidak wajar.

Hindari coercive citation

Editor tidak seharusnya meminta penulis menambahkan sitasi yang tidak relevan hanya untuk meningkatkan metrik jurnal.

9. Hasil Sementara

Subtotal Unsur E
0 / 12
Tata Kelola sementara
0 / 46
Total Akreditasi sementara
0 / 100
UNSUR E.2 — PENILAIAN TATA KELOLA

E.2. Visibilitas Jurnal Ilmiah

Unsur E.2 menilai visibilitas jurnal melalui pencantuman jurnal dan keterindeksan metadata artikel pada lembaga pengindeks. Penilaian dibedakan menurut tingkat seleksi pengindeks dan apakah metadata artikel benar-benar telah terindeks. Bobot maksimal: 6 poin.

Hal penting: sekadar mencantumkan logo atau nama pengindeks di laman jurnal belum sama dengan metadata artikel telah terindeks. Asesor dapat memeriksa keberadaan jurnal dan keterindeksan metadata secara langsung pada layanan pengindeks.

1. Apa yang Dinilai?

Pencantuman jurnal pada pengindeks

Jurnal harus benar-benar tercantum atau terdaftar pada layanan pengindeks yang diklaim.

Keterindeksan metadata artikel

Metadata artikel harus dapat ditemukan pada basis data pengindeks, bukan hanya nama jurnalnya.

Tingkat seleksi pengindeks

Pengindeks bereputasi internasional dengan proses seleksi ketat memperoleh bobot lebih tinggi dibanding pengindeks yang tidak menerapkan seleksi.

Konsistensi metadata

Judul, penulis, DOI, volume, nomor, tahun, dan metadata penting lainnya perlu dikirim dan tampil secara konsisten.

2. Bobot dan Kriteria Penilaian

NilaiKondisi
6Tercantum + metadata terindeks di pengindeks bereputasi internasional.
4Tercantum, tetapi metadata belum terindeks di pengindeks bereputasi internasional.
3Tercantum + metadata terindeks di pengindeks internasional/nasional bersistem seleksi.
2Tercantum, tetapi metadata belum terindeks di pengindeks internasional/nasional bersistem seleksi.
1Tercantum + metadata terindeks di pengindeks internasional/nasional tidak bersistem seleksi.
0Tidak dapat menunjukkan pencantuman jurnal atau keterindeksan yang dapat diverifikasi.

3. Pilih Kondisi Jurnal

Pilih satu kondisi yang paling sesuai dengan status indeksasi jurnal dan keterindeksan metadata artikelnya.

4. Penetapan Nilai E.2

Nilai Unsur E.2
0 / 6
Pilih kondisi jurnal yang paling sesuai.

5. Bukti yang Sebaiknya Disiapkan

URL profil jurnal pada pengindeks yang diklaim.
Bukti bahwa metadata artikel dapat ditemukan pada pengindeks.
Sampel pencarian judul artikel/DOI pada basis data pengindeks.
Metadata OJS konsisten: judul, penulis, afiliasi, abstrak, DOI, volume, nomor, dan tahun.
Status pengindeks masih aktif dan dapat diverifikasi.
Klaim indeksasi pada laman jurnal sesuai dengan kondisi sebenarnya.

6. Pemeriksaan Praktis Sebelum Pengajuan

Jangan hanya memeriksa logo

Logo pengindeks pada sidebar OJS bukan bukti bahwa jurnal atau metadata artikel benar-benar terindeks.

Cari artikel, bukan hanya jurnal

Ambil beberapa artikel dari terbitan terbaru dan pastikan judul/DOI/metadata dapat ditemukan pada pengindeks.

Periksa metadata yang gagal masuk

Jika jurnal tercantum tetapi artikel terbaru tidak muncul, periksa feed, OAI, DOI, XML/JATS, atau mekanisme deposit yang digunakan.

Hapus klaim yang tidak valid

Jangan mencantumkan layanan sebagai “indexing” bila jurnal hanya terdaftar, pernah terindeks, atau statusnya sudah tidak aktif.

7. Ringkasan Unsur E

E.1 — Dampak Ilmiah / Sitasi
0 / 6
E.2 — Visibilitas Jurnal
0 / 6
Total Unsur E — Penyebarluasan Jurnal Ilmiah
0 / 12

8. Hasil Sementara Akreditasi

Tata Kelola sementara
0 / 46
Mutu Artikel sementara
0 / 54
Total Akreditasi sementara
0 / 100
TAHAP 3.2 — PENILAIAN MUTU ARTIKEL ILMIAH

Penilaian Mutu Artikel: Unsur F dan G

Setelah Unsur A–E menilai tata kelola/manajemen jurnal dengan bobot maksimal 46 poin, penilaian dilanjutkan ke mutu artikel yang diterbitkan. Tahap ini terdiri atas F — Mutu Artikel (Substansi), maksimal 34 poin dan G — Gaya Penulisan & Penyuntingan Artikel, maksimal 20 poin.

Total Tahap 3.2 = 54 poin. Penilaian mutu artikel dilaksanakan paralel dengan penilaian tata kelola. Dengan demikian, nilai total akreditasi adalah 46 poin Tata Kelola + 54 poin Mutu Artikel = 100 poin.
Pola penggunaan: (1) periksa indikator/checklist, (2) cocokkan kondisi jurnal/artikel dengan kriteria skor, (3) tetapkan satu nilai yang paling sesuai, dan (4) lihat subtotal serta total evaluasi diri pada bagian Hasil Sementara. Checklist berfungsi sebagai alat bantu; keputusan nilai tetap mengikuti kriteria bobot pada sub-unsur.

1. Struktur Penilaian Mutu Artikel

F
Mutu Artikel (Substansi)

Menilai kualitas ilmiah dan substansi artikel yang diterbitkan.

  • Judul artikel
  • Abstrak
  • Kata kunci
  • Kepioniran ilmiah, orisinalitas, dan kontribusi kebaruan
  • Analisis dan sintesis
  • Penyimpulan
  • Nisbah sumber acuan primer
  • Derajat kemutakhiran pustaka acuan
  • Cakupan keilmuan
Bobot maksimal Unsur F
34 poin
G
Gaya Penulisan & Penyuntingan Artikel

Menilai kelengkapan, konsistensi, kualitas penulisan, dan mutu penyuntingan artikel.

  • Kelengkapan galley/PDF artikel
  • Nama penulis dan afiliasi penulis
  • Sistematika penulisan artikel
  • Pemanfaatan instrumen pendukung
  • Sistem pengacuan pustaka dan konsistensi daftar pustaka
  • Penggunaan istilah dan kualitas kebahasaan
  • Mutu penyuntingan substansi, gaya selingkung, dan tata letak
Bobot maksimal Unsur G
20 poin

2. Perbedaan F dan G

AspekF — SubstansiG — Penulisan & Penyuntingan
Pertanyaan utamaSeberapa kuat kualitas ilmiah isi artikel?Seberapa baik artikel ditulis, disunting, dan disajikan?
FokusKebaruan, analisis, sintesis, kesimpulan, referensi, cakupan ilmu.Struktur, metadata penulis, bahasa, sitasi, instrumen, galley, dan tata letak.
Bobot34 poin20 poin
Total54 poin mutu artikel

3. Posisi dalam Nilai Akreditasi

Tahap 3.1 — Tata Kelola
46

Unsur A + B + C + D + E

Tahap 3.2 — Mutu Artikel
54

Unsur F + G

Nilai Total Akreditasi
100 poin

4. Alur Selanjutnya

✓ A–E Tata Kelola→F Mutu Artikel→G Penulisan & Penyuntingan→Rekap Nilai→Penetapan Peringkat
Catatan: halaman ini berfungsi sebagai pengantar Tahap 3.2. Penilaian angka pada Unsur F dan G akan dipecah lagi per sub-unsur agar setiap kriteria dapat dijelaskan dan dinilai satu per satu seperti pada A–E.
UNSUR F.1 — MUTU ARTIKEL (SUBSTANSI)

F.1. Judul Artikel

Unsur ini menilai apakah judul artikel mampu menggambarkan isi penelitian secara lugas, spesifik, dan informatif, serta memuat informasi penting dari artikel. Penilaian dilakukan terhadap artikel yang menjadi objek penilaian akreditasi. Bobot maksimal: 2 poin.

Prinsip utama: judul bukan sekadar menarik. Judul harus membantu pembaca memahami fokus dan temuan penting artikel tanpa menjadi terlalu umum, terlalu panjang, atau tidak sesuai dengan isi.

1. Indikator Penilaian

① Lugas, spesifik, dan informatif

Judul menyatakan fokus artikel secara langsung, jelas, dan tidak menggunakan frasa yang terlalu umum.

② Memuat temuan penting

Jika memungkinkan, judul tidak hanya menyebut topik, tetapi juga mencerminkan informasi atau temuan penting yang menjadi kontribusi artikel.

③ Menggambarkan isi artikel

Judul konsisten dengan masalah, objek, pendekatan, dan substansi yang benar-benar dibahas dalam artikel.

④ Ketentuan bahasa judul

Artikel berbahasa Indonesia: judul tersedia dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Artikel berbahasa Inggris: cukup menggunakan judul Bahasa Inggris.

⑤ Lokasi riset bila relevan

Lokasi penelitian dicantumkan apabila informasi geografis tersebut penting untuk memahami objek, konteks, atau batas penelitian.

⑥ Hindari judul generik

Judul seperti “Analisis tentang…”, “Studi mengenai…”, atau istilah sangat luas perlu diperjelas dengan objek, hubungan, konteks, atau informasi utama penelitian.

2. Bobot dan Kriteria Penilaian

NilaiKriteriaInterpretasi
2Lugas + memuat informasi temuan pentingJudul jelas, spesifik, menggambarkan isi artikel, dan memberikan informasi penting mengenai substansi/temuan penelitian.
1Lugas tetapi kurang memuat informasiJudul sudah jelas dan sesuai isi, tetapi masih bersifat deskriptif atau belum cukup menunjukkan informasi penting dari artikel.
0Tidak lugas dan tidak memuat informasi pentingJudul terlalu umum, tidak jelas, menyesatkan, atau tidak cukup menggambarkan substansi artikel.

3. Pilih Kondisi Artikel/Jurnal

Pilih kondisi yang paling mewakili mutu judul artikel yang diperiksa secara konsisten pada terbitan yang dinilai.

4. Penetapan Nilai F.1

Nilai Unsur F.1 — Judul Artikel
0 / 2
Pilih kondisi judul artikel yang paling sesuai.

5. Checklist Pemeriksaan Judul

Judul lugas dan mudah dipahami.
Judul spesifik terhadap fokus penelitian.
Judul menggambarkan isi artikel.
Judul memuat informasi/temuan penting bila relevan.
Artikel BI memiliki judul BI + Inggris; artikel Inggris memiliki judul Inggris.
Lokasi penelitian dicantumkan apabila relevan terhadap substansi penelitian.

6. Cara Melakukan Evaluasi Diri

Jangan menilai satu artikel saja

Periksa konsistensi mutu judul pada artikel-artikel dalam nomor terbitan yang menjadi objek penilaian.

Cocokkan judul dengan isi

Bandingkan judul dengan abstrak, tujuan, hasil, dan kesimpulan. Judul yang terdengar baik tetapi tidak mewakili isi tidak memenuhi prinsip substantif.

Perhatikan informasi utama

Untuk mengejar nilai maksimal, evaluasi apakah judul telah bergerak dari sekadar menyebut “topik penelitian” menuju judul yang memberi informasi penting tentang penelitian.

Lokasi bukan kewajiban mutlak

Cantumkan lokasi bila memang relevan secara ilmiah; jangan menambahkan lokasi hanya untuk memperpanjang atau membuat judul tampak lebih spesifik.

7. Rekap Tahap 3.2

F — Mutu Artikel (Substansi)
0 / 34

Saat ini baru F.1 yang dinilai.

G — Gaya Penulisan & Penyuntingan
0 / 20

Belum dinilai.

Mutu Artikel sementara
0 / 54
TAHAP 3F · MUTU ARTIKEL

F.2 — Abstrak

Menilai apakah abstrak menyajikan isi penelitian secara ringkas, jelas, dan utuh.

1. Apa yang Dinilai?

Abstrak harus memberi gambaran cepat tetapi utuh mengenai penelitian. Pembaca idealnya dapat mengenali tujuan, metode, hasil utama, dan simpulan tanpa membaca keseluruhan artikel.

  • Ringkas, jelas, dan utuh.
  • Memuat tujuan, metode, hasil, dan simpulan.
  • Tidak memuat rujukan, gambar, atau tabel.
  • Artikel Bahasa Indonesia: abstrak Indonesia + Inggris.
  • Artikel Bahasa Inggris: abstrak Inggris saja.

2. Bobot Nilai

Nilai F.2
0 / 3

3. Checklist Pemeriksaan

Gunakan checklist sebagai alat bantu sebelum menetapkan skor.

Catatan evaluasi: fokus pada kejelasan, keringkasan, dan keterwakilan informasi inti penelitian, bukan sekadar jumlah kata.

4. Hasil Sementara

Subtotal F sementara
0 / 34
Akumulasi F.1 + F.2.
Total Nilai Evaluasi Diri sementara
0 / 100
Akumulasi nilai A–E + F yang sudah dinilai.
TAHAP 3F · MUTU ARTIKEL

F.3 — Kata Kunci

Menilai apakah kata kunci berfungsi sebagai metadata yang mewakili konsep penting isi artikel.

1. Apa yang Dinilai?

Kata kunci membantu mesin pencari dan pengindeks menemukan artikel. Karena itu, kata atau frasa yang dipilih harus mewakili konsep utama penelitian secara cermat.

  • Bagian penting metadata artikel.
  • Membantu mesin pencari dan pengindeks.
  • Dapat berupa kata atau frasa.
  • Mewakili konsep penting artikel.
  • Dipilih secara cermat dan baku.

2. Bobot Nilai

Nilai F.3
0 / 1

3. Checklist Pemeriksaan

Periksa relevansi dan keterwakilan konsep.

Catatan evaluasi: kata kunci yang tersedia tetapi terlalu generik atau kurang mewakili konsep utama masuk kategori 0,5.

4. Hasil Sementara

Subtotal F sementara
0 / 34
Akumulasi F.1 + F.2 + F.3.
Total Nilai Evaluasi Diri sementara
0 / 100
Akumulasi nilai A–E + F yang sudah dinilai.
TAHAP 3F · MUTU ARTIKEL

F.4 — Kepioniran Ilmiah, Orisinalitas, Kontribusi Kebaruan, dan Analisis Kesenjangan

Menilai kemampuan artikel menunjukkan posisi ilmiah penelitian, orisinalitas, kontribusi kebaruan, kesenjangan penelitian, dan tujuan riset.

1. Apa yang Dinilai?

Penilaian terutama diarahkan pada pendahuluan dan argumentasi ilmiah artikel. Artikel yang kuat tidak hanya menyebut penelitian terdahulu, tetapi menunjukkan posisi penelitian baru terhadap pengetahuan yang sudah ada.

  • Fokus utama di bagian pendahuluan.
  • State of the art overview memadai.
  • Justifikasi kebaruan / research gap jelas.
  • Tujuan riset dinyatakan jelas.
  • Original research diutamakan.
  • Review/case report dibatasi, kecuali sesuai fokus jurnal.
  • Case report/short communication tetap dinilai bila memuat tujuan, metode, hasil-analisis, dan simpulan.
  • Review article yang baik harus komprehensif, memakai referensi memadai dan mutakhir, serta memiliki analisis orisinal penulis.

2. Tiga Unsur Utama

Inti penilaian: state of the art + gap + tujuan. Ketiganya idealnya membentuk satu argumentasi ilmiah yang saling terhubung.

3. Pilih Kondisi Artikel

Nilai F.4
0 / 7

4. Checklist Pemeriksaan

Pastikan klaim kebaruan benar-benar didukung isi artikel.

Catatan penting: sekadar menuliskan istilah “novelty” atau “research gap” belum cukup. Kebaruan harus dapat ditelusuri dari state of the art, kesenjangan yang ditemukan, dan kontribusi artikel.

5. Hasil Sementara

Subtotal F sementara
0 / 34
Akumulasi F.1 sampai F.4.
Total Nilai Evaluasi Diri sementara
0 / 100
Akumulasi nilai A–E + F yang sudah dinilai.
TAHAP 3F · MUTU ARTIKEL

F.5 — Analisis dan Sintesis

Menilai apakah hasil penelitian benar-benar menjawab tujuan, didukung fakta/data yang memadai, diinterpretasikan secara kritis, serta dibandingkan dengan teori dan penelitian lain yang relevan dan mutakhir.

1. Alur Logika yang Dinilai

F.5 sebaiknya dibaca sebagai kesinambungan dari F.4. Tujuan penelitian sudah diperiksa pada F.4; pada F.5 pertanyaan utamanya adalah: apakah hasil/temuan benar-benar menjawab tujuan tersebut?

Alur ideal:
Tujuan penelitian → Hasil/temuan → Fakta & data → Metode yang memadai → Interpretasi → Perbandingan dengan teori → Perbandingan dengan penelitian lain → Sintesis/kontribusi.
  • Tujuan ↔ hasil. Hasil/temuan harus berhubungan langsung dengan tujuan penelitian.
  • Struktur subbab hasil. Bahkan dari judul/subjudul bagian hasil dapat diperiksa apakah temuan diarahkan untuk menjawab tujuan.
  • Temuan dijelaskan. Setiap hasil penting tidak cukup hanya disebutkan, tetapi harus diterangkan maknanya.
  • Didukung fakta dan data. Klaim hasil harus memiliki bukti empiris yang jelas.
  • Data bergantung pada metode. Kekuatan fakta/data terkait dengan metode penelitian yang sesuai dan mencukupi.

2. Dari Deskripsi Menuju Analisis Kritis

Temuan yang hanya dipaparkan, meskipun didukung data, masih berada pada tingkat deskripsi. Mutu artikel meningkat ketika penulis bergerak ke interpretasi, perbandingan, dan sintesis.

  • Interpretasi: menjelaskan arti, pola, hubungan, atau implikasi dari temuan.
  • Dialog dengan teori: temuan dijelaskan atau dibandingkan secara kritis dengan teori yang relevan.
  • Dialog dengan riset terdahulu: hasil dibandingkan dengan penelitian lain yang relevan dan mutakhir.
  • Sintesis: pembahasan menunjukkan apakah temuan menguatkan, memperluas, memodifikasi, atau berbeda dari pengetahuan sebelumnya.
Perhatian: “hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian X” belum otomatis merupakan pembahasan kritis. Penulis perlu menjelaskan dalam aspek apa, mengapa sama/berbeda, dan apa makna ilmiahnya.

3. Empat Aspek Inti Penilaian

Inti penilaian F.5: metode + temuan + interpretasi + perbandingan.

4. Pilih Kondisi Artikel

Pilih kondisi yang paling menggambarkan kedalaman analisis dan sintesis artikel.

Nilai F.5
0 / 8

5. Checklist Pemeriksaan Artikel

Checklist ini membantu membaca hubungan dari tujuan sampai pembahasan kritis.

6. Cara Cepat Membedakan Deskripsi dan Analisis

LevelCiri dalam ArtikelMakna Penilaian
DeskripsiPenulis hanya menyampaikan “apa yang ditemukan” atau menampilkan data.Belum cukup untuk menunjukkan analisis mendalam.
InterpretasiPenulis menjelaskan “apa arti temuan” dan mengapa pola tersebut terjadi.Sudah masuk pembahasan analitis.
Perbandingan kritisTemuan didialogkan dengan teori dan penelitian lain, termasuk persamaan/perbedaannya.Menunjukkan kedalaman pembahasan.
SintesisPenulis menjelaskan apa yang diperkuat, diperluas, dikoreksi, atau ditambahkan oleh temuannya.Menunjukkan kontribusi ilmiah artikel.
Catatan asesor: data yang banyak tidak selalu berarti analisisnya kuat. Nilai tinggi diberikan ketika data yang memadai digunakan untuk menjawab tujuan, diinterpretasikan, lalu disintesiskan melalui dialog kritis dengan teori dan penelitian mutakhir.

7. Hasil Sementara

Subtotal F sementara
0 / 34
Akumulasi F.1 sampai F.5.
Total Nilai Evaluasi Diri sementara
0 / 100
Akumulasi nilai A–E + F yang sudah dinilai. Nilai final menunggu F.6 dst. dan G.
TAHAP 3F · MUTU ARTIKEL

F.6 — Penyimpulan

Menilai mutu simpulan terutama dari kemampuannya menjawab tujuan penelitian, mempertegas temuan penting, dan menunjukkan implikasi hasil riset tanpa membuka pembahasan baru.

1. Apa yang Dinilai?

  • Menjawab tujuan riset. Simpulan harus kembali pada tujuan/pertanyaan penelitian dan memberikan jawaban yang tegas.
  • Mempertegas temuan penting. Simpulan menonjolkan hasil utama atau temuan baru, bukan sekadar mengulang isi pembahasan.
  • Implikasi dan tindak lanjut. Dapat memuat implikasi, rekomendasi, keterbatasan, atau saran penelitian lanjutan jika relevan.
  • Didukung fakta hasil riset. Pernyataan simpulan harus berasal dari temuan yang benar-benar dihasilkan penelitian.
  • Boleh terintegrasi. Paragraf simpulan di akhir bagian hasil dan pembahasan tetap dapat diakui selama fungsinya jelas sebagai simpulan.
  • Tidak membuka pembahasan baru. Hindari teori, data, argumen, atau klaim baru yang sebelumnya tidak dianalisis.

2. Hubungan dengan F.4 dan F.5

F.6 merupakan ujung dari alur logika artikel. Karena tujuan telah dinilai pada F.4 dan kekuatan hasil serta pembahasannya dinilai pada F.5, simpulan harus menunjukkan kesinambungan dengan keduanya.

Alur ideal:
Tujuan (F.4) → Temuan & Analisis (F.5) → Simpulan (F.6).

Simpulan yang baik bukan ringkasan seluruh artikel. Ia adalah jawaban akhir yang ringkas terhadap tujuan berdasarkan temuan yang telah dianalisis.

3. Pilih Kondisi Artikel

Nilai F.6
0 / 5

4. Checklist Pemeriksaan Simpulan

Gunakan untuk memeriksa konsistensi tujuan–temuan–simpulan.

5. Hasil Sementara

Subtotal F sementara
0 / 34
Total Nilai Evaluasi Diri sementara
0 / 100

Nilai diperbarui otomatis berdasarkan skor tata kelola A–E dan sub-unsur F yang telah diisi.

Inti F.6: simpulan harus menjawab tujuan + menegaskan temuan penting. Implikasi atau saran dapat ditambahkan, tetapi jangan memasukkan pembahasan baru yang tidak berasal dari hasil penelitian.
TAHAP 3F · MUTU ARTIKEL

F.7 — Nisbah Sumber Acuan Primer

Menilai proporsi sumber acuan primer yang digunakan artikel. Acuan primer membantu menunjukkan kedekatan artikel dengan hasil penelitian asli dan memperkuat state of the art.

1. Apa yang Dimaksud Acuan Primer?

Acuan primer adalah sumber yang menyajikan hasil penelitian atau karya ilmiah asli secara langsung.

  • Artikel pada jurnal ilmiah.
  • Artikel/paper pada prosiding ilmiah.
  • Skripsi, tesis, dan disertasi yang memuat penelitian asli.
  • Manuskrip/karya penelitian yang relevan dan dapat diverifikasi.
  • Monograf riset yang menyajikan hasil penelitian asli.
Prinsip: semakin dominan sumber primer, semakin kuat basis artikel untuk memetakan penelitian terdahulu dan membangun state of the art.

2. Cara Menghitung

Nisbah acuan primer = jumlah acuan primer ÷ jumlah seluruh rujukan × 100%.

Persentase acuan primer
—

Instrumen juga memperhatikan jumlah rujukan. Jika jumlah rujukan <15, nilainya berada pada kategori rendah meskipun persentase acuan primer tinggi.

3. Kriteria dan Bobot Nilai

Nilai F.7
0 / 3

4. Checklist Pemeriksaan

Periksa kualitas penggunaan acuan, bukan hanya jumlahnya.

5. Hasil Sementara

Subtotal F sementara
0 / 34
Total Nilai Evaluasi Diri sementara
0 / 100
Inti F.7: ukur berapa besar proporsi acuan primer sekaligus pastikan jumlah rujukan mencukupi. Acuan primer yang kuat membantu artikel membangun posisi ilmiahnya berdasarkan penelitian asli.
TAHAP 3F · MUTU ARTIKEL

F.8 — Derajat Kemutakhiran Pustaka Acuan

Menilai proporsi rujukan yang terbit dalam 10 tahun terakhir. Kemutakhiran pustaka menunjukkan sejauh mana artikel berdialog dengan perkembangan penelitian terkini.

1. Prinsip Penilaian

  • Rujukan mutakhir dihitung dari pustaka yang terbit dalam 10 tahun terakhir.
  • Pustaka klasik tetap dapat digunakan untuk sumber masalah, konsep fundamental, sejarah gagasan, atau keterkaitan teori.
  • Pustaka klasik sebaiknya tidak menjadi satu-satunya basis untuk membandingkan hasil penelitian terkini.
  • Pustaka lama tidak memadai bila dipakai sendirian untuk menjustifikasi kebaruan penelitian.
Catatan penting: “mutakhir” tidak berarti semua referensi lama harus dihapus. Sumber klasik tetap bernilai ketika memang merupakan rujukan seminal atau diperlukan secara teoritis.

2. Cara Menghitung

Derajat kemutakhiran = jumlah rujukan 10 tahun terakhir ÷ jumlah seluruh rujukan × 100%.

Persentase rujukan mutakhir
—

Gunakan tahun terbit artikel sebagai titik acuan untuk menentukan rentang 10 tahun terakhir.

3. Kriteria dan Bobot Nilai

Nilai F.8
0 / 3

4. Checklist Pemeriksaan

Kemutakhiran perlu dibaca bersama relevansi dan fungsi sumber.

5. Hasil Sementara

Subtotal F sementara
0 / 34
Total Nilai Evaluasi Diri sementara
0 / 100
Inti F.8: artikel perlu menunjukkan dialog dengan penelitian 10 tahun terakhir. Pustaka klasik tetap diperbolehkan secara terbatas ketika diperlukan untuk teori, konsep seminal, atau konteks historis.
TAHAP 3F · MUTU ARTIKEL

F.9 — Cakupan Keilmuan

Menilai persentase artikel yang konsisten dengan fokus dan skop jurnal. Semakin konsisten seluruh artikel terhadap identitas keilmuan jurnal, semakin tinggi nilainya.

1. Apa yang Dinilai?

  • Kesesuaian substansi setiap artikel dengan focus & scope jurnal.
  • Konsistensi cakupan keilmuan antarartikel yang diterbitkan.
  • Keterhubungan artikel dengan identitas akademik jurnal, bukan hanya kemiripan tema umum.
  • Pendekatan antardisiplin tetap dapat dinilai baik apabila berbagai disiplin membahas satu masalah/fokus yang relevan dengan skop jurnal.
Prinsip: antardisiplin tidak sama dengan bunga rampai. Keragaman disiplin diperbolehkan selama tetap bertemu pada fokus keilmuan jurnal.

2. Antardisiplin ≠ Bunga Rampai

Antardisiplin: artikel dapat menggunakan perspektif berbeda, tetapi semuanya berkontribusi pada fokus atau masalah ilmiah yang sama.

Bunga rampai: jurnal memuat artikel dari berbagai bidang yang tidak memiliki keterkaitan substantif yang jelas dengan fokus dan skop.

Konsekuensi: jurnal yang cenderung menjadi bunga rampai memperoleh nilai lebih rendah karena identitas keilmuannya tidak konsisten.

3. Hitung Kesesuaian Artikel

Persentase kesesuaian
—
Rekomendasi skor
—

Penentuan sesuai/tidak sesuai sebaiknya membaca judul, abstrak, tujuan, dan substansi artikel—bukan judul saja.

4. Pilih Kondisi Jurnal

Nilai F.9
0 / 2

5. Checklist Pemeriksaan

Pastikan penilaian didasarkan pada substansi artikel.

6. Hasil Sementara

Subtotal F
0 / 34
Total Nilai Evaluasi Diri sementara
0 / 100
Inti F.9: yang dinilai bukan luas-sempitnya bidang jurnal, tetapi konsistensi artikel terhadap fokus dan skop yang ditetapkan. Jurnal antardisiplin dapat memperoleh nilai tinggi; jurnal bunga rampai memperoleh nilai rendah.
UNSUR G · PENULISAN & PENYUNTINGAN

G. Penulisan & Penyuntingan Artikel

Gunakan Level 3 untuk menilai tujuh sub-unsur secara berurutan: G1 Kelengkapan Galley/PDF, G2 Nama & Afiliasi Penulis, G3 Sistematika Penulisan, G4 Instrumen Pendukung, G5 Sistem Pengacuan Pustaka, G6 Kualitas Kebahasaan, dan G7 Mutu Penyuntingan. Total bobot Unsur G adalah 20 poin.

Bobot Unsur G: 20 poin. Penilaian dilakukan melalui sub-unsur G1 dan sub-unsur G berikutnya.
TAHAP 3G · PENULISAN & PENYUNTINGAN

G.1 — Kelengkapan Galley/PDF Artikel yang Diterbitkan

Menilai kelengkapan informasi penting yang tampil pada full text/galley artikel. Penilaian mencakup identitas publikasi pada halaman pertama serta pernyataan/deklarasi penting yang menyertai artikel.

1. First Page — Identitas Artikel

Periksa apakah galley/PDF memuat unsur berikut secara jelas:

Catatan: halaman tidak harus mengikuti satu desain tertentu. Yang dinilai adalah keberadaan dan kejelasan informasi bibliografis pada artikel yang diterbitkan.

2. Declaration — Pernyataan Artikel

Declaration dapat ditempatkan pada bagian akhir artikel atau lokasi lain yang mudah ditemukan.

Penting: declaration tidak cukup hanya tersedia dalam kebijakan jurnal. Untuk unsur ini, periksa apakah informasi yang relevan benar-benar dicantumkan pada artikel/galley di tempat yang mudah ditemukan.

3. Pemeriksaan 9 Unsur

Checklist di atas berjumlah 9 unsur. Hasil dihitung otomatis.

Unsur terpenuhi
0 / 9
Rekomendasi nilai
0,5

4. Pilih Kondisi Jurnal

Nilai G.1
0 / 3

5. Catatan Teknis Galley/PDF

6. Hasil Sementara

Subtotal G
0 / 20
Total Nilai Evaluasi Diri sementara
0 / 100
Inti G.1: jangan hanya memeriksa tampilan PDF. Pastikan artikel memiliki identitas bibliografis yang lengkap, DOI, riwayat naskah, lisensi/hak cipta, dan declaration yang relevan. Target nilai maksimal adalah memenuhi sedikitnya 8 dari 9 unsur.
UNSUR G.2 · PENILAIAN MUTU ARTIKEL

Pencantuman Nama Penulis dan Afiliasi Penulis

Penilaian berfokus pada kelengkapan, kebenaran, dan konsistensi identitas penulis serta afiliasinya pada artikel dan metadata jurnal.

1. Periksa Unsur Nama Penulis & Afiliasi

Hasil pemeriksaan: 0 / 9 indikator terpenuhi.

2. Pilih Kondisi Jurnal

Rekomendasi dari checklist: 0 / 9 indikator terpenuhi → 0 — belum memenuhi secara memadai. Rekomendasi ini membantu evaluasi diri; nilai akhir tetap dipilih oleh penilai.
Nilai G2: 0 / 1

3. Catatan Penting Penilaian

Nama satu kata. Untuk kebutuhan metadata, nama dapat diulang pada kolom first name dan last name; jangan membuat nama keluarga yang tidak dimiliki penulis.
Afiliasi. Gunakan identitas institusi secara utuh dan konsisten. Hindari hanya menulis fakultas/prodi tanpa institusi induk bila membuat afiliasi menjadi ambigu.
Penanda afiliasi. Angka/superskrip menunjukkan hubungan penulis dengan institusi. Satu penulis dapat memiliki lebih dari satu afiliasi.
Konsistensi metadata. Periksa kesesuaian antara halaman artikel/PDF dengan metadata OJS agar nama, afiliasi, dan corresponding author tidak berbeda.

4. Hasil Sementara

Subtotal Unsur G:
0 / 20
Total Nilai Evaluasi Diri Sementara:
0 / 100
UNSUR G.3 · PENULISAN & PENYUNTINGAN ARTIKEL

Sistematika Penulisan Artikel

Menilai kelengkapan, sistematika, kesesuaian dengan Author Guidelines, dan konsistensi struktur artikel.

1. Periksa Sistematika Penulisan

Hasil pemeriksaan: 0 / 4 indikator terpenuhi.

2. Pilih Kondisi Jurnal

Rekomendasi dari checklist: 0 / 4 indikator terpenuhi → 0 — belum memenuhi. Nilai akhir tetap dapat dipilih oleh penilai.
Nilai G3: 0 / 2

3. Penjelasan & Catatan Penilaian

Bukan semua artikel harus IMRAD identik. Struktur harus sesuai jenis manuskrip dan bidang ilmu.
Patokan utama: struktur yang dijanjikan dalam Author Guidelines harus benar-benar diterapkan pada artikel yang diterbitkan.

4. Hasil Sementara

Subtotal Unsur G:
0 / 20
Total Nilai Evaluasi Diri Sementara:
0 / 100
UNSUR G.4 · PENULISAN & PENYUNTINGAN ARTIKEL

Pemanfaatan Instrumen Pendukung

Menilai efektivitas dan sifat komplementer tabel, gambar/grafik, persamaan, simbol, singkatan, serta unsur tipografi dalam mendukung penyajian ilmiah.

1. Periksa Instrumen Pendukung

Hasil pemeriksaan: 0 / 4 indikator terpenuhi.

2. Pilih Kondisi Jurnal

Rekomendasi dari checklist: 0 / 4 indikator terpenuhi → 0 — belum efektif dan komplementer. Nilai akhir tetap dapat dipilih oleh penilai.
Nilai G4: 0 / 4

3. Penjelasan & Catatan Penilaian

Efektif. Instrumen membantu pembaca memahami temuan atau argumentasi; bukan sekadar dekorasi atau pengulangan narasi.
Komplementer. Tabel/gambar dan teks saling melengkapi. Data penting tidak dibiarkan tanpa penjelasan, dan narasi tidak sekadar menyalin seluruh isi tabel.
Harus diacu. Setiap instrumen perlu disebut dan dijelaskan pada bagian teks yang relevan.
Kebakuan. Judul, nomor, sumber, simbol, singkatan, resolusi, dan format penyajian harus konsisten.

4. Hasil Sementara

Subtotal Unsur G:
0 / 20
Total Nilai Evaluasi Diri Sementara:
0 / 100
UNSUR G.5 · PENULISAN & PENYUNTINGAN ARTIKEL

Sistem Pengacuan Pustaka dan Konsistensi Daftar Pustaka

Menilai kebakuan sistem sitasi, kesesuaian sitasi dalam teks dengan daftar pustaka, serta konsistensi penerapannya antarartikel dan terbitan.

1. Periksa Sistem Pengacuan Pustaka

Hasil pemeriksaan: 0 / 5 indikator terpenuhi.

2. Pilih Kondisi Jurnal

Rekomendasi dari checklist: 0 / 5 indikator terpenuhi → belum memenuhi secara memadai; cenderung skor 0. Gunakan juga persentase artikel yang memenuhi untuk menetapkan nilai akhir.
Nilai G5: 0 / 3

3. Penjelasan & Catatan Penilaian

Ikuti gaya jurnal. Yang dinilai bukan apakah jurnal memakai APA, Chicago, Vancouver, atau gaya tertentu, tetapi apakah gaya yang dipilih dinyatakan dan diterapkan secara baku.
Kecocokan sitasi–referensi sangat penting. Ketidakcocokan antara sitasi dalam teks dan daftar pustaka merupakan kelemahan serius dan dapat menurunkan nilai.
Reference manager dianjurkan. Zotero, Mendeley, EndNote, atau aplikasi sejenis membantu konsistensi, tetapi hasil akhirnya tetap harus diperiksa editor.
Penilaian berbasis artikel. Persentase 100%, 75%–<100%, atau <75% dihitung dari artikel yang memenuhi standar secara utuh.

4. Hasil Sementara

Subtotal Unsur G:
0 / 20
Total Nilai Evaluasi Diri Sementara:
0 / 100
UNSUR G.6 · PENULISAN & PENYUNTINGAN ARTIKEL

Gaya Penulisan dan Kualitas Kebahasaan

Menilai penggunaan istilah baku, ketepatan bahasa ilmiah, kesesuaian dengan bidang ilmu, dan konsistensi mutu kebahasaan antarartikel.

1. Periksa Kualitas Kebahasaan

Hasil pemeriksaan: 0 / 4 indikator terpenuhi.

2. Pilih Kondisi Jurnal

Rekomendasi dari checklist: 0 / 4 indikator terpenuhi → pemenuhan rendah; cenderung skor 0. Gunakan juga persentase artikel yang memenuhi untuk menetapkan nilai akhir.
Nilai G6: 0 / 4

3. Penjelasan & Catatan Penilaian

Istilah baku. Terminologi harus sesuai disiplin ilmu dan digunakan dengan makna yang tepat serta konsisten.
Bahasa ilmiah. Utamakan bahasa yang baik, jelas, ringkas, efektif, dan benar secara tata bahasa.
Bukan sekadar bebas typo. Penilaian juga melihat kejelasan gagasan, ketepatan struktur kalimat, dan keterbacaan akademik.
Persentase berbasis artikel. Skor ditentukan dari proporsi artikel yang benar-benar memenuhi standar kebahasaan.

4. Hasil Sementara

Subtotal Unsur G:
0 / 20
Total Nilai Evaluasi Diri Sementara:
0 / 100
UNSUR G.7 · PENULISAN & PENYUNTINGAN ARTIKEL

Mutu Penyuntingan Substansi, Gaya Selingkung, dan Format Tata Letak

Menilai mutu akhir penyuntingan artikel: konsistensi substansi dan gaya selingkung, kepatuhan pada standar artikel ilmiah, serta kerapian dan keterbacaan tata letak.

1. Periksa Mutu Penyuntingan

Hasil pemeriksaan: 0 / 7 indikator terpenuhi.

2. Pilih Kondisi Jurnal

Rekomendasi dari checklist: 0 / 7 indikator terpenuhi; masih terdapat cukup banyak kelemahan → cenderung nilai 1.
Nilai G7: 0 / 3

3. Penjelasan & Catatan Penilaian

Konsistensi editor sangat penting. Artikel dalam satu jurnal harus menunjukkan standar penyuntingan yang seragam, bukan bergantung pada format asli masing-masing penulis.
Layout harus nyaman dibaca. Tata letak bukan sekadar estetika; struktur halaman, heading, tabel, gambar, dan tipografi harus membantu pembaca memahami artikel.
Tabel dan gambar harus jelas. Pastikan resolusi, ukuran, proporsi, caption, posisi, dan keterbacaan tetap baik pada PDF final.
Ikuti standar bidang ilmu. Gaya penyajian dan format artikel sebaiknya mengikuti praktik ilmiah internasional yang lazim pada disiplin jurnal, sambil tetap konsisten dengan gaya selingkung jurnal.

4. Hasil Sementara

Subtotal Unsur G:
0 / 20
Total Nilai Evaluasi Diri Sementara:
0 / 100
TAHAP 4 · DISINSENTIF

Disinsentif — Potensi Pengurangan Poin

Tahap ini memeriksa pelanggaran integritas akademik dan kepatuhan etik yang dapat mengurangi nilai akreditasi. Penilaian disinsentif dilakukan oleh asesor khusus bidang etik; isian pada aplikasi ini merupakan evaluasi diri / deteksi potensi, bukan penetapan final.

H1 · Pelanggaran Integritas Akademik

Potensi pengurangan −10, −15, atau −20 poin bergantung pada jumlah artikel bermasalah pada nomor terbitan yang diajukan.

Penting: H1 tidak dikenai pengurangan poin apabila pelanggaran yang ditemukan telah ditindaklanjuti secara memadai melalui tindakan korektif yang relevan, misalnya koreksi atau retraksi.

H2 · Dokumen Persetujuan Etik

Untuk riset yang melibatkan manusia dan/atau hewan, periksa pencantuman informasi Ethical Clearance atau pernyataan kepatuhan etik yang relevan.

Potensi disinsentif: −3 poin bila ketentuan etik yang dipersyaratkan tidak dipenuhi.

Prinsip Penilaian

Evaluasi diri ≠ keputusan asesor.
Aplikasi membantu menandai risiko; keputusan final tetap pada asesor khusus etik.
Tindakan korektif diperhitungkan.
Temuan pelanggaran tidak otomatis menghasilkan pengurangan H1 bila penerbit telah melakukan koreksi/retraksi yang memadai.
H1 · DISINSENTIF

Pelanggaran Integritas Akademik

Identifikasi potensi pelanggaran pada artikel dalam nomor terbitan yang diajukan, kemudian periksa apakah penerbit telah melakukan tindakan korektif. Pengurangan poin H1 hanya berpotensi diterapkan pada pelanggaran yang terbukti dan tidak ditindaklanjuti secara korektif.

1. Periksa Bentuk Pelanggaran

Catatan: checklist ini mengidentifikasi jenis masalah. Besarnya potensi disinsentif ditentukan dari jumlah artikel bermasalah yang tidak memiliki tindakan korektif memadai.

2. Masukkan Jumlah Artikel Bermasalah

3. Periksa Tindakan Korektif

Prinsip H1: bila tindakan korektif telah dilakukan secara memadai, potensi pengurangan H1 = 0 poin. Status akhir tetap diverifikasi asesor khusus etik.

4. Potensi Disinsentif H1

0

Tidak dikurangi

Tidak ada artikel bermasalah, atau temuan telah ditindaklanjuti dengan tindakan korektif yang memadai.

0 poin
−10

1 artikel

Terbukti terdapat 1 artikel bermasalah dan tidak ada tindakan korektif/retraksi yang memadai.

−10 poin
−15

2–3 artikel

Terbukti terdapat 2 sampai 3 artikel bermasalah dan tidak ada tindakan korektif/retraksi yang memadai.

−15 poin
−20

Lebih dari 3 artikel

Terbukti terdapat lebih dari 3 artikel bermasalah dan tidak ada tindakan korektif/retraksi yang memadai.

−20 poin

5. Hasil Evaluasi Diri H1

Potensi pengurangan H1:
0 poin
Status:
Tidak ada artikel bermasalah yang teridentifikasi — tidak ada potensi pengurangan H1.
Catatan asesor: Penetapan pelanggaran, kecukupan tindakan korektif, dan besarnya disinsentif final dilakukan oleh asesor khusus bidang etik.
H2 · DISINSENTIF

Ketersediaan Informasi Dokumen Persetujuan Etik (Ethical Clearance)

Pemeriksaan ini terutama relevan bagi riset yang melibatkan manusia dan/atau hewan. Informasi etik harus dapat diverifikasi pada artikel atau melalui pernyataan kepatuhan etik yang relevan.

1. Tentukan Relevansi Ethical Clearance

2. Periksa Informasi Etik

3. Potensi Disinsentif H2

0

Tidak ada pengurangan

Tidak relevan, atau informasi/dokumen etik yang dipersyaratkan tersedia secara memadai.

0 poin
−3

Informasi etik tidak tersedia

Pada riset yang memerlukan kepatuhan etik, artikel tidak mencantumkan informasi yang dipersyaratkan secara memadai.

−3 poin
Potensi pengurangan H2:
0 poin
Status:
Tentukan dahulu apakah persetujuan etik relevan.

4. Catatan Penting

Ethical Clearance bersifat kontekstual.
Tidak semua jenis penelitian memerlukan dokumen yang sama; relevansi ditentukan oleh karakter penelitian dan ketentuan etik bidang terkait.
Keputusan final oleh asesor etik.
Aplikasi hanya membantu mendeteksi potensi kekurangan. Penetapan disinsentif final bukan keputusan otomatis aplikasi.
TAHAP PENETAPAN

Penetapan Nilai Evaluasi Diri

Jurnal: Nama jurnal belum diisi

Tahap ini mengakumulasikan seluruh nilai evaluasi diri pada unsur A–G, kemudian menguranginya dengan potensi disinsentif H1 dan H2. Nilai akhir digunakan untuk memproyeksikan status dan peringkat akreditasi.

1. Akumulasi Nilai Evaluasi Diri

Nilai A–G
0
total sebelum disinsentif
Total Disinsentif
0 poin
H1 + H2
Nilai Akhir (n)
0
nilai A–G + disinsentif
Rumus: Nilai Akhir (n) = Total Nilai Evaluasi Diri A–G − Pengurangan H1 − Pengurangan H2.

2. Proyeksi Status & Peringkat Akreditasi

Tidak Terakreditasi
n < 60 · Nilai akhir evaluasi diri: 0
Pemeriksaan kelengkapan: masih ada 23 pilihan nilai yang belum diisi. Nilai di atas tetap dihitung dari data yang sudah tersedia.
1

Peringkat 1

90 ≤ n ≤ 100

2

Peringkat 2

80 ≤ n < 90

3

Peringkat 3

70 ≤ n < 80

4

Peringkat 4

60 ≤ n < 70

—

Tidak Terakreditasi

n < 60

4. Tahap Penetapan Resmi

① Rapat Pleno Asesor
Pembahasan hasil pemeriksaan dan penilaian.
② Verifikasi & Harmonisasi
Oleh Tim Akreditasi bersama Koordinator Asesor.
③ Penetapan
Status dan peringkat akreditasi ditetapkan secara resmi oleh pejabat yang berwenang.
Penting: hasil aplikasi ini adalah proyeksi evaluasi diri, bukan keputusan akreditasi resmi. Nilai dan peringkat resmi tetap mengikuti hasil pemeriksaan asesor, disinsentif etik, verifikasi, harmonisasi, dan penetapan.

Rincian Penilaian per Instrumen

Rincian skor setiap sub-unsur dibandingkan dengan skor maksimalnya. Bagian ini digunakan sebagai audit akhir setelah nilai dan peringkat ditetapkan.

Unsur A — 0 / 3

A — Penamaan Jurnal Ilmiah0 / 3

Unsur B — 0 / 10

B1 — Pelibatan Mitra Bestari0 / 2
B2 — Mutu Penyuntingan Substansi oleh Mitra Bestari0 / 4
B3 — Kualifikasi dan Rekam Jejak Mitra Bestari0 / 2
B4 — Diversitas Mitra Bestari0 / 1
B5 — Dokumentasi Proses Penelaahan0 / 1

Unsur C — 0 / 5

C1 — Kelengkapan dan Kejelasan Pedoman Penulisan0 / 1
C2 — Konsistensi Penerapan Gaya Selingkung0 / 0,5
C3 — Informasi Kebijakan dan Petunjuk bagi Penulis0 / 0,5
C4 — Etika Publikasi dan Transparansi Kebijakan Jurnal0 / 3

Unsur D — 0 / 3

D1 Jadwal Penerbitan0 / 2
D2 Penomoran0 / 1

Unsur E — 0 / 12

E1 Dampak Ilmiah/Sitasi0 / 6
E2 Visibilitas0 / 6

Unsur F — 0 / 34

F1 Judul0 / 2
F2 Abstrak0 / 3
F3 Kata Kunci0 / 1
F4 Orisinalitas & Gap0 / 7
F5 Analisis & Sintesis0 / 8
F6 Penyimpulan0 / 5
F7 Acuan Primer0 / 3
F8 Kemutakhiran0 / 3
F9 Cakupan Keilmuan0 / 2

Unsur G — 0 / 20

G1 Kelengkapan Galley/PDF0 / 3
G2 Penulis & Afiliasi0 / 1
G3 Sistematika0 / 2
G4 Instrumen Pendukung0 / 4
G5 Pengacuan Pustaka0 / 3
G6 Kebahasaan0 / 4
G7 Mutu Penyuntingan0 / 3

Analisis Kekurangan & Strategi Naik Peringkat/SINTA

Analisis ini membaca hasil evaluasi diri secara keseluruhan, menghitung gap terhadap peringkat berikutnya, dan menyusun prioritas perbaikan berdasarkan instrumen yang masih kehilangan poin.

Target terdekat: Peringkat 4 / SINTA 4

Nilai saat ini 0. Untuk mencapai batas minimal 60, jurnal masih membutuhkan sedikitnya 60 poin bersih setelah memperhitungkan disinsentif.

Nilai sekarang 0 Target 60 Gap 60 poin

Prioritas Perbaikan Berdasarkan Poin yang Hilang

1. F5 Analisis & Sintesis — skor 0/8, potensi tambahan +8 poin.
Perdalam analisis: temuan harus menjawab tujuan, didukung data/metode yang memadai, diinterpretasikan dengan teori, serta dibandingkan dengan riset relevan dan mutakhir.
2. F4 Orisinalitas & Gap — skor 0/7, potensi tambahan +7 poin.
Perkuat state of the art, research gap, justifikasi kebaruan, dan tujuan penelitian pada artikel.
3. E1 Dampak Ilmiah/Sitasi — skor 0/6, potensi tambahan +6 poin.
Prioritaskan peningkatan dampak ilmiah secara organik: mutu artikel, topik bernilai sitasi, diseminasi metadata, dan jejaring akademik; hindari pola sitasi tidak wajar.
4. E2 Visibilitas — skor 0/6, potensi tambahan +6 poin.
Naikkan visibilitas dengan memastikan metadata benar-benar terindeks pada pengindeks bereputasi/selektif, bukan hanya mencantumkan logo.
5. F6 Penyimpulan — skor 0/5, potensi tambahan +5 poin.
Pastikan simpulan langsung menjawab tujuan, menegaskan temuan penting, dan tidak membuka pembahasan baru.
6. B2 — Mutu Penyuntingan Substansi oleh Mitra Bestari — skor 0/4, potensi tambahan +4 poin.
Perkuat mutu peer review: komentar harus substantif, terdokumentasi, dan terlihat berdampak pada revisi naskah.
7. G4 Instrumen Pendukung — skor 0/4, potensi tambahan +4 poin.
Pastikan tabel, gambar, grafik, simbol, dan instrumen lain efektif, dirujuk dalam teks, jelas, dan konsisten.
8. G6 Kebahasaan — skor 0/4, potensi tambahan +4 poin.
Lakukan penyuntingan bahasa ilmiah secara konsisten pada seluruh artikel.
9. A — Penamaan Jurnal Ilmiah — skor 0/3, potensi tambahan +3 poin.
Naikkan pemenuhan indikator ini hingga mencapai kriteria skor maksimum dan pastikan bukti tersedia pada jurnal/artikel.
10. C4 — Etika Publikasi dan Transparansi Kebijakan Jurnal — skor 0/3, potensi tambahan +3 poin.
Lengkapi seluruh klausul transparansi dan etika publikasi pada laman jurnal; pastikan mudah ditemukan dan konsisten.
Catatan strategi: kenaikan peringkat tidak cukup hanya mengejar angka. Dahulukan instrumen dengan gap terbesar yang dapat dibuktikan secara nyata, kemudian periksa konsistensi tiga tahun/terbitan sesuai indikator. Disinsentif H1/H2 harus ditangani karena langsung mengurangi nilai akhir.
Catatan: H1 dan H2 tetap diperhitungkan sebagai disinsentif. Karena itu, peningkatan skor A–G perlu disertai pengendalian risiko integritas akademik dan kepatuhan etik agar nilai yang diperoleh tidak berkurang pada tahap akhir.

Disclaimer

Aplikasi ini hanya untuk evaluasi diri. Hasilnya bukan keputusan akreditasi resmi. Disusun berdasarkan Permendiktisaintek Nomor 9 Tahun 2026 dan Keputusan Dirjen Sains dan Teknologi Nomor 374/DST/D.D1/HM.01.01/2026 tentang Petunjuk Teknis Akreditasi Jurnal Ilmiah.

Antarmuka Rifainstitute · Sumber instrumen disusun oleh Busro dengan bantuan ChatGPT · busro@uinsgd.ac.id · Tidak diperjualbelikan.